Senin, 15 Juli 2024
Selular.ID -

Kejagung Diminta Seret Perusahaan dan Pengurus Parpol yang Terlibat Korupsi BAKTI Kominfo

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Sejumlah pihak kembali menuntut Kejaksaan Agung (Kejagung) bertindak tegas terkait kasus korupsi BAKTI Kominfo.

Kasus korupsi ini terkait proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo.

Kini giliran mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein yang berharap Kejagung bersikap tegas.

Dia menuntut supaya tidak hanya individu, tetapi juga perusahaan hingga partai politik (parpol) yang kecipratan uang korupsi tersebut harus Kejagung tindak.

TONTON JUGA:

“Jadi itu coba jangan berhenti di Pasal 3 saja, tapi mereka-mereka yang menerima-menerima ini, politisi, perusahaan-perusahaan, ataupun dan juga partai,” ujarnya.

“Kalau enggak langsung lewat orangnya ya, pengurusnya ya,” sambungnya di diskusi virtual bertema ‘Kupas Tuntas Kasus Korupsi BTS’, akhir pekan lalu.

Baca juga: Eks Menkominfo Johnny Plate Meminta Hakim Membebaskan Dirinya dari Tahanan

Menurut Yunus, banyak pihak yang kecipratan uang haram proyek BTS BAKTI Kominfo.

Dugaan itu semakin kuat dalam dakwaan para terdakwa, terdapat perusahaan yang turut memperkaya diri dari proyek tersebut.

Yunus menegaskan, para pemilik perusahaan yang kecipratan uang haram proyek BTS BAKTI Kominfo juga harus Kejagung jerat.

Sebab, ada kemungkinan besar para pemilik perusahaan ikut menikmati uang korupsi itu.

“Kalau dia menerima lewat perusahaan, hati-hati juga, perusahaan itu bukan perusahaan yang terima, bisa saja yang menikmati itu pemilik manfaat yaitu orang yang mengendalikan perusahaan itu,” ungkapnya.

“Dia numpang lewat hanya di perusahaan tapi CPO-nya ini dia yang mengendalikan, dia yang menikmati,” sambung Yunus.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung sebelumnya mendakwa enam terdakwa kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo.

1. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

2. Dirut BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif.

3. Tenaga Ahli Human Development (Hudev) Universitas Indonesia, Yohan Suryanto.

4. Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak Simanjuntak.

5. Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali.

6. Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan.

Uang Yang Terdakwa Nikmati

Baca juga: Eks Menkominfo Johnny Plate Sebut Nama Jokowi dalam Eksepsinya di Persidangan

Para terdakwa secara bersama-sama telah merugikan keuangan dan perekonomian negara Rp8.032.084.133.795 (Rp8 triliun).

Dari kerugian negara tersebut, Johnny Gerard Plate mendapat dakwaan mendapatkan Rp17.848.308.000 (Rp17,8 miliar).

Bukan hanya Johnny Plate yang turut kecipratan uang korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo, tapi ada sejumlah nama pihak dan korporasi lainnya.

Adapun, pihak-pihak yang turut memperkaya diri dalam perkara ini yakni, Anang Achmad Latif sebesar Rp5 miliar.

Kemudian Yohan Suryanto Rp453.608.400; Irwan Hermawan Rp119 miliar; Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama Rp500 juta.

Lalu, Muhammad Yusrizki Muliawan selaku Direktur PT Basis Utama Primas sebesar Rp50 miliar dan USD2.500.000.

Selanjutnya, Konsorsium FiberHome PT Telkominfra PT Multi Trans Data (PT MTD) untuk Paket 1 dan 2 sebesar Rp2.940.870.824.490 (Rp2,9 triliun).

Lantas, Konsorsium Lintasarta Huawei SEI untuk paket 3 sebesar Rp1.584.914.620.955 (Rp1,5 triliun); serta Konsorsium IBS dan ZTE Paket 4 dan 5 sebesar Rp3.504.518.715.600 (Rp3,5 triliun).

Baca juga: Kejagung Kembali Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Korupsi BAKTI Kominfo

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU