Selasa, 23 Juli 2024
Selular.ID -

BDx Indonesia Mulai Pembangunan Pusat Data CGK3A Senilai Rp2 Triliun

BACA JUGA

Selular.ID – BDx Indonesia, penyedia layanan pusat data dan operasi yang berbasis cloud baru-baru ini meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pusat data terbarunya (greenfield), CGK3A, di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pusat data berkapasitas 15 MW ini dibangun dengan nilai investasi sebesar 150 juta Dolar AS (lebih dari Rp 2 Triliun) dan bertujuan menyediakan layanan pusat data tingkat global dan terdepan bagi perusahaan dan para hyperscaler di Indonesia.

Agus Hartono Wijaya, Presiden Direktur dan CEO BDx Indonesia mengatakan, pembangunan pusat data CGK3A dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, dengan nilai mencapai 77 miliar Dolar AS pada akhir tahun 2022 dan diprediksikan tumbuh hingga 130 miliar Dolar AS pada tahun 2025.

Pertumbuhan masif tersebut turut meningkatkan kebutuhan hadirnya infrastruktur digital yang kuat dan berkapasitas mumpuni.

Karenanya, BDx menambahkan CGK3A dalam portofolio pusat datanya di Indonesia, yang juga merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk menyediakan kapasitas pusat data 70 MW pada akhir tahun 2023.

Baca Juga:BDx Indonesia Bangun Data Center Campus 100MW di Suryacipta, Simak Targetnya

“Sebagai ekonomi digital Indonesia membutuhkan penyedia infrastruktur digital yang mampu mengimbangi perkembangan ekonomi digital,” jelas “ Agus.

Selain konektivitas, pusat data dengan luas 14.127 m2 juga dilengkapi fasilitas pusat data Tier III, serta sistem keamanan, teknologi otomasi, dan waktu aktif jaringan tinggi.

Selain itu, pusat data ini dibangun untuk memberikan keunggulan operasional dan solusi yang berkelanjutan (sustainable) serta efektivitas penggunaan daya (PUE) di bawah rata-rata sebesar 1,4 – tanpa mengurangi produktivitas dan skalabilitas pusat data.

CGK3A sendiri ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2023, dan akan melengkapi pusat data CGK3 serta empat pusat data lainnya yang dibangun BDx Indonesia sejak berdirinya perusahaan pada bulan Juni tahun 2022 lalu.

Pusat data tersebut akan menjadi bagian dari tiga availability zone (satu atau lebih pusat data yang berada di tempat terpisah) milik BDx di Indonesia, termasuk di Jakarta, Tangerang, dan Jawa Barat, untuk semakin mendorong pertumbuhan pelanggan di beragam lokasi.

Baca Juga:Profil BDx, Raksasa Data Center Asal Hong Kong yang Invasi Pasar Indonesia

Sebagai informasi BDx Indonesia adalah perusahaan joint venture senilai 300 juta Dolar AS antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH), PT Aplikanusa Lintasarta, dan BDx.

 

 

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU