Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Usai Amerika Serikat, Giliran Uni Eropa Soroti Kebijakan TikTok

BACA JUGA

Selular.ID – Setelah Amerika Serikat, kini giliran Uni Eropa (UE) yang menuntut komitmen TikTok.

Melansir NST, Rabu (11/1/2023), Uni Eropa meminta platform media sosial itu untuk menghormati undang-undang UE dan memastikan keamanan data penggunanya di Eropa.

Sejumlah pejabat tinggi Uni Eropa menyampaikan sikap itu kala bertemu dengan Chief Executive aplikasi berbagi video itu, Shou Zi Chew di Brussels.

TikTok, yang perusahaan induknya bernama ByteDance dari China, tengah dalam pengawasan Barat selama beberapa bulan terakhir.

TONTON JUGA:

Hal ini menyusul kekhawatiran tentang seberapa banyak akses yang Beijing miliki ke data pengguna.

Baca juga: Sejumlah Vendor Asal China Kena Imbas AS Melarang Aplikasi TikTok, Kok Bisa?

“Saya menuntut TikTok agar sepenuhnya melaksanakan komitmennya dalam menghormati undang-undang UE,” ungkap Wakil Presiden Komisi Eropa Jourova yang turut serta dalam pertemuan dengan petinggi TikTok.

“Hal ini demi mendapatkan kembali kepercayaan regulator Uni Eropa.”

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa data pengguna di Eropa harus aman dan tidak terkena akses ilegal dari otoritas negara ketiga,” imbuhnya.

Baca juga: Bikin Anak-anak Kecanduan, YouTube dan TikTok Digugat

Pada November 2022, TikTok mengakui bahwa kantornya di China dapat mengakses data pengguna Eropa.

Bicara soal itu, Chew mengatakan kepada Jourova bahwa perusahaan sedang memperkuat sistem untuk memproses data warga Eropa di Eropa.

Theo Bertram, wakil presiden kebijakan publik TikTok di Eropa, menambahkan sejumlah hal selama pertemuan dengan petinggi Uni Eropa.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk memperkuat keamanan data di Eropa, termasuk dengan membangun operasi pusat data Eropa di Irlandia.

Baca juga: ByteDance Lakukan PHK Usai TikTok Tak Jadi Aplikasi Paling Populer di Dunia?

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU