Tips Aman Investasi Kripto, Milenial Perlu Tahu!

Tips investasi kripto.
Tips investasi kripto.

Selular.ID – Tips aman investaso kripto saat ini, milenial perlu tahu juga tips berikut agar tidak salah mengambil keputusan pada saat investasi.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan kripto saat ini didominasi para milenial, akan tetapi harus diingatkan risikonya juga tinggi.

Teguh Kurniawan Harmanda selaku Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) menekankan yang paling utama dalam investasi kripto adalah tercatat di Bappebti. Jangan sampai kamu melakukan investasi di kripto yang ilegal.

“Sekarang kan ada dua aturan tentang perdagangan exchangenya itu ada 25. Berarti di luar 25 itu ilegal. Kemudian Bappebti mengeluarkan list token sebanyak 383, di luar itu dianggap belum terdaftar,” Katanya.

Baca juga: Popularitas Kripto Turun, Nilai Transaksi Di RI Anjlok 63 Persen

Teguh juga mengingatkan tidak mudah terpengaruh dengan tren atau sekedar ikut-ikutan saja, terutama bagi kaum milenial.

Pasalnya, saat ini banyak juga artis serta influencer juga banyak yang mempromosikan kripto, jadi kamu harus memahami betul risikonya.

“Hampir setengahnya investor, kawula muda umur 17-34 tahun, nah yang mana sangat rentan untuk bisa dihasut, untuk bisa diajak. Jadi, kalau kemudian kita mau invest pengalaman saya kemarin ini, jadi jangan ikut-ikutan. Kita tahu influencer yang lalu mereka beli ini beli itu, pom-pom mereka tidak bertanggung jawab. Koinnya juga tidak terdaftar lagi. Jadi benar-benar harus dicek,” Ungkapnya.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Investasi Kripto Terpercaya Dan Aman

Oleh sebab itu, karena investasi kripto berisiko tinggi, diingatkan uang yang digunakan bukan dari pos kebutuhan. Lebih baik, uang yang betul-betul disisihkan untuk investasi.

“Gunakan yang aman, dalam arti kata bukan dana operasional, bukan dana emergency, bukan dana kesehatan, atau dana kuliah. Jangan sampai dia beli kripto turun terus, dia nggak bisa berbuat apa-apa. Yang juga harus benar-benar uang kosong, atau untuk investasi,” Ujar Teguh.