Jumat, 19 April 2024
Selular.ID -

Kondisi Ketidakpastian Kripto, Butuh Sistem Keamanan Dobel

BACA JUGA

Selular.ID – Dengan tumbuhnya ketidakpastian mata uang kripto dan aset digital setelah runtuhnya FTX, permintaan akan hadirnya sistem manajemen keamanan yang dobel aman dan efisien semakin meningkat.

Dengan resiko ketidakpastiaan inilah, Liminal, salah satu infrastruktur dompet digital & platform pengelolaan aset secara mandiri (self-custody) gandeng PT Mitra Kripto Sukses (MAKS), dan digitalexchange.id, dua bursa utama aset digital di Indonesia.

Liminal secara bersamaan juga bermitra dengan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) untuk mendapatkan pemahaman yang optimal dan menjadi pelopor revolusi industri 4.0 di tanah air.

Mahin Gupta, Founder Liminal mengungkapkan, Liminal ingin menjadikan penyimpanan dan pengelolaan aset digital sebagai proses yang mudah dan aman untuk semua.

“Kami yakin dengan meningkatnya tingkat keterlibatan kami di pasar dan dengan menjalin kemitraan, industri akan menyadari nilai peningkatan efisiensi operasional dalam operasi dompet,” tutur Mahin.

Menurut Mahin, Liminal berupaya membantu lembaga keuangan dengan menyediakan infrastruktur yang kuat dan sesuai dengan aturan serta standar keamanan yang berlaku.

Baca Juga:Aset Kripto Link Untuk Pembayaran NFT Tersedia di Line Next

Bagi Liminal, langkah ini merupakan batu loncatan untuk mendukung industri aset digital Indonesia yang diperkirakan akan memiliki lebih banyak bursa kripto di akhir tahun ini.

“Pada Oktober 2022, Indonesia memiliki 16 juta pedagang kripto dengan kode unik dan menjadi salah satu pasar kripto terbesar di APAC, tentunya invsestor sangat menginginkan keamanan dan kenyamanan saat bertransaksi,”ujar Mahin.

Solusi pengelolaan dan penyimpanan aset mandiri seperti Liminal meningkatkan kemudahan akses ke aset digital sembari menjaga keamanan.

Sementara dengan A-B-I, dikatakan Mahin, Liminal akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi blockchain yang sangat kompetitif di Indonesia, melalui penilaian dan perumusan kebijakan, baik untuk lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, guna menciptakan sistem regulasi.

A-B-I, sebuah organisasi nirlaba, bertujuan untuk memobilisasi dan mengorganisasi para pelaku teknologi blockchain dalam menciptakan lingkungan bisnis berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan dan daya saing teknologi Blockchain, bersamaan dengan revolusi industri 4.0, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Seperti diketahui, saat ini, sebagian besar solusi infrastruktur hanya berfokus pada penyimpanan aset yang aman untuk institusi Web3.

Seiring dengan berkembangnya organisasi dan praktik alokasi sumber daya yang lebih efisien, infrastruktur mestinya memberikan efisiensi operasional tingkat tinggi melalui otomatisasi operasi dompet, manajemen data dan kontrol inventaris, serta kesesuaian terhadap aturan bisnis yang berlaku.

Pelaku industri perlu membuat jaring pengaman bagi dana pengguna. Meskipun proses penukaran kripto dan institusi Web3 menggunakan kustodian untuk aset mereka, penting untuk mengurangi campur tangan pihak ketiga.

“Maka dari itu, Liminal hadir guna memungkinkan pengguna mendapatkan kontrol penuh terhadap dana dan aset mereka,” harap Mahin.

David Lee, Vice President – Sales & Business Development, Liminal menambahkan, Indonesia, sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pengadopsi aset digital terbesar secara global, merupakan pasar utama bagi Liminal ke depannya.

Baca Juga:Pasar Kripto Terangkat, Harga Bitcoin Naik 25%

Dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BAPPEBTI dalam pengembangan infrastruktur Web3 dan blockchain untuk aset digital di negara ini, Liminal hendak memulai ekspansinya ke seluruh Asia Tenggara.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU