Microsoft Bantuk Karyawan BTPN Bisa Kerja di Mana Saja

Wahjudi Purnama, Modern Work GTM Lead Microsoft Indonesia mengatakan pihaknya percaya teknologi, produktivitas, dan trust harus senantiasa berjalan beriringan.

“Itulah sebabnya Microsoft mengembangkan berbagai solusi, termasuk Microsoft 365 yang memiliki sertifikasi keamanan serta kepatuhan internasional,” kata Wahjudi.

“Sebagai bentuk komitmen kami untuk terus memberdayakan individu dan organisasi di Indonesia agar dapat mencapai lebih banyak hal.”

“Kami senang menyambut Bank BTPN ke dalam ekosistem teknologi Microsoft, dan kami harap ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri keuangan dalam menerapkan kerja hybrid,” sambungnya.

Bank BTPN Terus Digitalisasi Berbagai Kegiatan Operasional Organisasi

Adapun dalam mengimplementasikan kerja hybrid ini, Bank BTPN salah satunya menggunakan Microsoft 365.

Alat kerja produktivitas modern inin berbasis cloud yang menggabungkan fleksibilitas tempat kerja digital dengan kontrol dan penegakkan kebijakan.

Jadi hal ini untuk memenuhi kerangka kerja kepatuhan yang ketat.

Sejumlah fitur seperti task and productivity monitoring, multi factor authentication, secure file sharing, dan location identifier system yang ada pada Microsoft 365 ikut mendukung Bank BTPN untuk memulai mode kerja baru di dalam organisasi.

Mode kerja baru yang Bank BTPN lakukan antara lain dengan mendigitalisasi berbagai proses yang semula secara manual seperti daftar hadir, tanda tangan, workspace booking, dan pengelolaan vendor.

Hal ini dapat ikut mengurangi penggunaan kertas.

Bisa Bekerja Di Mana Saja

Selain itu, digitalisasi bisa melalui penginisiasian tempat kerja fleksibel dalam sistem jaringan yang aman dengan menggunakan infrastruktur digital.

Jadi, memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah ataupun kantor.

Karyawan kini bahkan memiliki keleluasaan untuk dapat bekerja secara produktif dari kantor cabang Bank BTPN yang lebih dekat dengan rumah mereka.

“Tak hanya itu, kolaborasi seperti chatting, telepon, bertukar file, dan brainstorming di satu digital workspace juga semakin mendukung proses kerja yang ada,” kata Jeny.

“Budaya dan sistem kerja yang fleksibel, efisien, dan serba digital ini memungkinkan karyawan tetap produktif seraya meminimalisasi insiden siber yang tak diinginkan,” lanjutnya.

Bersama dengan kapabilitas produktivitas dan kolaborasi, Microsoft 365 juga lengkap dengan fitur-fitur keamanan seperti Multifactor Authentication, Microsoft Defender for Office 365, dan Information Rights Management.

Jadi, dapat membantu memaksimalkan proteksi ruang kerja modern penggunanya.

Kapabilitas keamanan seperti ini semakin relevan, terutama mengingat 80% dari serangan ransomware bermula dari kesalahan konfigurasi umum pada software dan perangkat keras.

Sehingga jika perusahaan mengimplementasikan upaya keamanan dasar secara reguler bisa mencegahnya.

“Keamanan dalam kerja hybrid bukanlah hal yang dapat ditawar, apalagi dalam industri berisiko tinggi seperti jasa keuangan,” kata Wahjudi.

“Ke depannya, kami akan terus berinovasi agar dapat memungkinkan setiap individu dan organisasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara nyaman dalam lingkungan yang aman,” tutupnya.

Baca juga: Geber Transformasi Digital, BTPN Syariah dan Pegadaian Diganjar Penghargaan Red Hat