Kisah Luna, Smartphone Besutan Foxconn yang Kalah Bersaing di Pasar Indonesia

Luna Foxconn Indonesia

Selular.ID – Dengan daya serap mencapai 40 – 50 juta unit per tahun, Indonesia menjadi pasar ponsel terbesar keempat di dunia. Indonesia hanya kalah oleh China, India, dan AS.

Tak mengherankan, jika nilai bisnis ponsel di Indonesia mencapai US$ 5-6 miliar. Itu artinya, separuh dari nilai bisnis produk gadget, yang total jenderal diperkirakan mencapai US$ 10 miliar per tahun, menurut data Kementerian Perindustrian.

Meski terbilang prospektif, namun pasar ponsel Indonesia terbilang mirip fatamorgana. Kompetisi yang keras menjadikan medan persaingan layaknya zero sum game. Keuntungan bagi satu pemain bisa jadi merupakan kerugian bagi pemain lain.

Faktanya, sejak lebih dari satu dekade terakhir, sudah banyak pemain yang gulung tikar. Sebut saja Lenovo, Coolpad, Hisense, Honor, Meizu, Blackberry, Gionee, OnePlus, dan LG.

Nasib yang sama juga menimpa brand lokal, seperti Nexian, HiMax, Mito, IMO, Andromax, Mixcon, Taxco, dan lainnya. Kecuali Advan, merek-merek lokal lainnya timbul tenggelam, seperti Evercoss dan Polytron.

Baca Juga: Profil Terry Gou, Figur Sentral Dibalik Mengguritanya Foxconn

Semuanya babak belur digilas para pesaing yang muncul bagai air bah, terutama vendor China yang kini mendominasi pasar.

Satu brand legendaris yang masih bertahan adalah Nokia. Itu pun sudah berganti majikan yaitu HMD Global, dan menggunakan Android sebagai OS–nya.

Luna Mencoba Mencuri Ceruk Pasar Smartphone Indonesia

Di luar merek-merek tersebut, sebagian masyarakat  Indonesia mungkin pernah mengenal Luna. Merek ini kepincut untuk mencoba peruntungan di Indonesia.

Seperti diketahui, Luna adalah produk besutan Foxconn, perusahaan asal Taiwan yang dikenal sebagai produsen kontrak elektronik terbesar di dunia itu.

Dibawanya Luna oleh Foxconn ke Indonesia, menunjukkan bahwa pasar Indonesia sangat menjanjikan. Apalagi, masyarakat kita dikenal paling doyan gonta-ganti ponsel. Umumnya orang Indonesia mengganti ponsel lama dengan yang baru dalam rentang waktu 2-3 tahun.

Itu sebabnya, Foxconn yakin dapat sukses di Indonesia, DigiTimes menyebutkan, bersama dengan pasar Korea, Foxconn menargetkan dapat mengapalkan lebih dari 30 juta smartphone Luna.

Berbekal potensi tersebut, pada 7 November 2016, Luna resmi diluncurkan di Indonesia. Mengusung tagline ‘Be the Gravity‘, Luna menyasar pasar kelas memengah atas.

Sebab, di segmen tersebut, pasarnya terus bertumbuh, termasuk buying power-nya. Berdasarkan data GFK, ponsel dengan harga Rp 3 jutaan berkontribusi sebesar 41,1% terhadap total market ponsel di Indonesia.

Baca Juga: Apple Kalang Kabut Karena Dua Series iPhone 14, Minta Foxconn Beralih Produksi

Dibandrol dengan harga Rp 5,5 juta, Luna menawarkan sejumlah fitur unggulan yang dapat menarik minat konsumen Indonesia.

Utamanya, Luna menawarkan kualitas produk yang tak kalah dengan standard iPhone. Lantaran, Foxconn sebagai perusahaan manufaktur outsourcing telah sangat berpengalaman memproduksi iPhone.

Mulai dari fitur desain, layar, kamera, hingga multimedia, konektivitas, hingga prosesor disajikan secara mewah oleh Luna.

Lima bulan setelah peluncuran perdana, tepatnya 23 April 2017, generasi kedua Luna kembali diperkenalkan ke publik, yakni Luna G. Berbeda dengan generasi pertama, Luna G dibandrol dengan harga yang lebih terjangkau, Rp 2,9 juta.

Dengan harga sebesar itu, konsumen dapat mencicipi smartphone kelas menengah. Pasalnya dari sisi dapur pacu, Luna G didukung RAM 4 GB dengan prosesor Octa Core, 1.8 Ghz dan mengadopsi tekologi fingerprint. Smartphone ini juga hadir stylish dengan bentang layar 5.5 inchi, IPS FHD yang dibalut dengan hard glass 2.5 D.

Fitur lainnya adalah kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP. Dengan kapasitas baterai 4000 mAh, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya ketika menjalankan beragam aplikasi, baik game, kamera, video, music, atau fitur lainnya.

Setelah kedua varian tersebut, generasi berikutnya adalah Luna X Prime yang diluncurkan pada 26 Juli 2018. Smartphone ini dibandrol seharga Rp 3,9 juta.

Berikutnya adalah Luna Simo yang melenggang di pasar pada 23 Januari 2020. Harganya terbilang ramah di kantong konsumen, hanya Rp 1,3 juta.

Entah mengapa rentang produk Luna menjadi begitu panjang, dari satu generasi ke generasi lainnya memerlukan waktu satu hingga dua tahun.

Padahal, line up produk merupakan faktor kunci dalam bersaing. Beberapa brand bahkan cukup gencar meluncurkan produk baru, dalam rentang satu tahun. Bahkan ada yang menyiapkan 10 – 12 produk di berbagai segmen.

Dari sisi harga Luna juga tidak konsisten. Karena di awal kemunculannya, Luna menyasar segmen menengah. Namun belakangan malah membidik segmen entry level di mana persaingan terbilang paling keras.

Baca Juga: Foxconn Akui Masalah Rantai Pasokan Mulai Membaik

Dan yang tak kalah membingungkan, tak ada lagi embel-embel Foxconn sebagai vendor dibalik smarthone Luna. Apakah Foxconn tak lagi terlibat? Mungkinkah Foxconn kini membiarkan mitra lokalnya berjuang sendirian?

Untuk diketahui, meski merupakan produk buatan Foxconn, Luna Smartphone ternyata dirakit di sebuah pabrik di Semarang.

Terlepas dari ketiadaan Foxconn dalam peluncuran Luna, yang pasti pasar Indonesia terbilang tak ramah, terutama bagi pemain yang tidak konsisten program marketing. Seperti peluncuran produk baru. Karena lengah sedikit, brand lain akan mencuri market share.

Peluncuran produk baru secara berkala, memberikan vendor kesempatan untuk meningkatkan market share. Sekaligus memperkuat persepsi merek di benak konsumen.

Jika rentang produk baru diluncurkan memerlukan waktu yang lama, maka konsumen akan berpindah pada brand lain.

Itu sebabnya, bisa dibilang Luna bukan merupakan pilihan utama konsumen membeli smartphone. Selain Samsung, empat merek-merek China, kini semakin mendominasi pasar Indonesia, yaitu Oppo,Vivo, Xiaomi, dan Realme.

Faktanya, dalam berbagai riset yang dilakukan lembaga-lembaga terkemuka, nama Luna tak pernah masuk dalam radar.

Apa boleh buat, Luna hanyalah pemain pinggiran. Padahal sebelumnya Luna begitu percaya diri untuk dapat bersaing di pasar smartphone Tanah Air.

Masih mau terus lanjut Luna?

Baca Juga: Bukan Pabrik Smartphone, Foxconn Akhirnya Berinvestasi Juga di Indonesia