Kinerja Vision Fund Jeblok, SoftBank Telan Kerugian $23,8 Miliar

SoftBank Vision
Aug 10, 2019 San Carlos / CA / USA - SoftBank headquarters in Silicon Valley; SoftBank Group Corporation is a Japanese multinational conglomerate holding company

Selular.ID – SoftBank Group pada Senin, 8 Agustus 2022, melaporkan kerugian senilai 2,33 triliun yen (S$23,8 miliar) pada kuartal April hingga Juni karena nilai portofolio teknologinya merosot.

SoftBank telah membukukan rekor kerugian di unit Vision Fund pada Mei lalu, karena gejolak pasar yang didorong oleh kenaikan suku bunga dan ketidakstabilan politik menghantam investor teknologi.

Para analis sebelumnya telah memprediksi bahwa kinerja SoftBank yang jeblok akan berujung pada timbunan kerugian, sekaligus member tekanan pada sang pendiri Masayoshi Son.

Perubahan portofolio pada Vision Fund mendorongnya ke kerugian bersih senilai 3,16 triliun yen pada kuartal terakhir, dibandingkan dengan laba 761,5 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: SoftBank Telan kerugian $34 Miliar, Reputasi Masayoshi Son Dipertaruhkan

Pendiri dan kepala eksekutif SoftBank Masayoshi Son, telah berjanji untuk memperketat kriteria investasi dan menyimpan uang tunai untuk menghadapi penurunan.

Pada kuartal yang berakhir pada bulan Juni, jatuhnya investasi yang terdaftar mencakup perusahaan robotika AutoStore Holdings dan perusahaan kecerdasan buatan SenseTime Group.

SoftBank mengatakan pihaknya membukukan kerugian 296 miliar yen pada nilai investasi swasta Vision Fund. Analis mengatakan bahwa penurunan aset swasta tidak mungkin mencerminkan sejauh mana kelemahan pasar saat ini.

Kerugian sebesar itu merupakan imbas dari aksi jual global baru-baru ini di bidang teknologi dan tindakan keras terhadap perusahaan teknologi terbesar China, tetapi banyak juga yang dapat dikaitkan dengan tekanan SoftBank pada perusahaan untuk membuat taruhan besar dan agresif.

Baca Juga: Softbank Cabut dari Proyek IKN, DPR RI Minta Kaji Serius Penarikan Investasi

Turunnya volume penawaran umum perdana dan skeptisisme pasar terhadap perusahaan rintisan yang merugi telah menekan sumber modal penting bagi SoftBank, yang berharap untuk mendaftarkan perancang chip Arm setelah runtuhnya penjualan ke Nvidia.

Di sisi lain aksi jual telah memukul hedge fund Tiger Global, yang bersaing dengan “pemburu unicorn” Masayoshi Son. Perusahaan melihat dana andalannya turun 50 persen pada paruh pertama tahun ini setelah meremehkan dampak lonjakan inflasi di pasar.