Sertifikat Elektronik Proses Verifikasi Cepat, Namun Apakah Aman?

Sertifikat Elektronik Proses Verifikasi Cepat, Namun Apakah Aman?
Sertifikat Elektronik Proses Verifikasi Cepat, Namun Apakah Aman?

Selular.ID – Implementasi identitas digital berbasis sertifikat elektronik menjadi kunci proses verifikasi nasabah yang cepat, mudah dan aman agar layanan terus bertumbuh.

Hal ini karena risiko keamanan data maupun identity fraud masih menjadi salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh nasabah maupun pelaku industri.

Sertifikat elektronik dapat memberikan rasa aman bagi pengguna layanan jasa keuangan pada era digital.

Sati Rasuanto, Co-Founder dan CEO VIDA Penyedia identitas Digital menjelaskan, sebagai pelaku industri jasa keuangan, perbankan tentunya mengetahui pentingnya trust dari nasabah sebagai salah satu faktor yang menentukan peningkatan penggunaan layanannya.

Untuk itu, proses verifikasi nasabah menjadi sangat krusial, terlebih pada bank dan jasa keuangan digital semua proses kini dapat dilakukan tanpa tatap muka dan dukungan kantor cabang.

“Dengan adanya inovasi teknologi, keamanan dan user experience yang seamless dapat berjalan beriringan sehingga mendorong hadirnya digital trust, atau kepercayaan pengguna dan meningkatkan penggunaan platform digital.”urai Sati.

Baca Juga:Pencurian Data Kembali Marak, Vida beri Resep Jaga Keamanan Data

Vida hadirkan layanan identitas digital berbasis sertifikat elektronik yang ditujukan untuk melindungi identitas digital pengguna dan mengembangkan bisnis para mitra secara cepat dan efisien, melalui verifikasi identitas, tanda tangan elektronik tersertifikasi, hingga layanan otentikasi lainnya.

“Dengan sertifikat elektronik, Vida mendorong hadirnya layanan verifikasi identitas yang tak hanya aman, namun juga mudah digunakan, dengan proses yang efisien sehingga dapat mendorong tumbuhnya bisnis,”jelas Sati.

Penggunaan verifikasi identitas secara online atau e-KYC ini telah hadir sebelum datangnya bank digital, yang ditujukan untuk mencegah resiko kejahatan seperti pencucian uang atau pendanaan terorisme.

Lahirnya proses verifikasi identitas secara online atau e-KYC ini adalah kelanjutan dari konsep KYC tatap muka tersebut, yang kini telah diakui oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, dan juga didorong oleh Pemerintah melalui UU ITE sejak 2008.

“Secara sederhana, sertifikat elektronik adalah sertifikat yang dapat membuktikan identitas seseorang dan dapat memvalidasi tanda tangan elektronik, sehingga informasi yang ditandatangani secara elektronik dijamin dalam berbagai aspek,”kata Sati lagi.

Sertifikat elektronik juga merupakan upaya untuk meningkatkan keamanan bagi platform digital secara signifikan, secara khusus dalam aspek kerahasiaan, keaslian, integritas dan nirsangkal (non-repudiation).

Salah satunya dilakukan dengan implementasi end-to-end encryption yang dilakukan Vida bagi seluruh transmisi data, sehingga kerahasiaan data pengguna dapat dijaga dan hanya digunakan sesuai kebutuhan penggunanya.

Dalam menjalankan peran sebagai pihak terpercaya (trusted entity) yang menjamin kepemilikan sertifikat elektronik secara unik yang diklaim oleh pengguna, VIDA mengadopsi praktik, lisensi, dan teknologi keamanan siber dalam prosesnya.

Salah satunya yakni Public Key Infrastructure, yakni metode kriptografi untuk pengamanan data nirsangkal, biometric berupa pengenalan wajah yang merujuk pada data kependudukan dari

Kesadaraan industri jasa keuangan terhadap pentingnya pelindungan data sudah mulai terlihat dengan mulai banyaknya pemain industri yang mengimplementasikan infrastruktur keamanan yang lebih dalam.

Sebagai teknologi antisipatif, implementasi sertifikat elektronik diharapkan dapat terus mendorong kepercayaan pengguna sekaligus pertumbuhan ekonomi digital.

Hal ini penting mengingat tingginya transaksi bank digital selama pandemi, dimana data rekapitulasi Bank Indonesia menunjukkan transaksi perbankan digital masyarakat Indonesia mencapai Rp.39,841 triliun pada 2021 atau naik 45,46% dibanding 2020.

Baca Juga:Upaya VIDA dan ICSF Dalam Melindungi Privasi dan Keamanan Data Pengguna

“Dengan transaksi bank digital yang meningkat, kami harap pelindungan data nasabah terutama dalam proses verifikasi akan terus menjadi perhatian utama bagi industri jasa keuangan agar pertumbuhan bank digital dapat terus berlanjut. ” tutup Sati.