OVO Jadi Jawara Pembayaran Digital di Kalangan Milenial dan Gen Z

Ovo

Selular.ID – Pola pembayaran dengan dompet digital kini semakin membudaya, khususnya milenial dan gen Z. Pandemi covid-19 yang merebak pada awal 2020, telah mempercepat kebiasaan tersebut.

Perubahan ini didukung oleh pesatnya pertumbuhan aplikasi super yang melayani berbagai kebutuhan, seperti transportasi, pesan-antar makanan, pembayaran, dan masih banyak lagi.

Survei Tempo Data Science (TDS) menemukan persaingan yang sengit antara dua raksasa di dunia digital apps Indonesia, Grab dan Gojek, dalam merebut segmen pasar milenial dan gen Z.

Dilansir Tempo.co, TDS menggelar survei untuk mengukur perilaku dan preferensi Milenial dan Gen Z terhadap aplikasi super. Survei dilaksanakan pada Oktober-Desember 2021.

Survey ini melibatkan 844 responden di delapan kota besar Indonesia, yakni Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar dan Denpasar.

Baca Juga: Indonesia Darurat Talenta Digital, Ovo Gelar Fintech Academy

Yang diukur adalah tingkat awareness, preferensi penggunaan, dan evaluasi terhadap layanan digital di kalangan generasi Z dan milenial terhadap empat lini layanan digital, yakni transportasi online (ride-hailing), pesan-antar makanan (food delivery), pembayaran digital (digital payment), dan belanja kebutuhan harian (grocery shopping).

Hasilnya, terjadi persaingan yang ketat antara Grab dan Gojek. Keduanya memimpin dengan pangsa pasar beda-beda tipis. Meninggalkan merek-merek lain pada semua kategori.

Secara umum, popularitas merek Grab dan Gojek pada layanan transportasi online, pesan-antar makanan, dan belanja kebutuhan harian sudah sangat tinggi, demikian pula OVO dan GoPay pada layanan pembayaran digital.

Di kalangan generasi Z dan milenial, tingkat awareness secara spontan (tanpa dibantu mengingatkan merek baik secara nama, logo, warna) untuk merek-merek tersebut sudah di atas 90%. Artinya hampir semua paham dan familiar dengan merek-merek tersebut.

Di sisi lain,tampak kesenjangan yang nyata antara Grab dan Gojek, dengan merek-merek lain, seperti Maxim dalam layanan transportasi online; atau Dana, Shopeepay, dan LinkAja dalam pembayaran digital; atau Shopee Mart, Bliblimart dan Sayurbox dalam belanja harian.

Baca Juga: Akhirnya, Ovo Tersedia di Seluruh E-Commerce Unicorn Indonesia

Kondisi tersebut juga tergambar dalam penguasaan pangsa pasar yang diukur berdasarkan merek paling sering digunakan (Brand Used Most Often/BUMO).

Pada kategori transportasi online, Grab menguasai 52% pangsa pasar, unggul 4% dari Gojek yang menguasi 48%. Selain dua decacorn tersebut ada Maxim sebagai pemain lain, namun perolehan pasarnya sangat kecil.

Dalam kategori pesan antar-makanan GrabFood dan GoFood bersaing ketat, meraih nilai yang sama, masing-masing 45%, Sisanya sebesar 10% dikuasai oleh ShopeeFood yang relatif baru masuk pasar.

Tak dapat dipungkiri, diskon dan promosi, menjadi faktor-faktor yang menentukan pilihan pelanggan di bisnis pesan-antar makanan .

Perebutan pangsa pasar pada layanan pembayaran digital lebih sengit. OVO yang kini terafiliasi dengan Grab, memimpin dengan pangsa pasar 42%, diikuti GoPay (32%), ShopeePay dan Dana (masing-masing 11%), serta LinkAja (4%).

Baca Juga: OVO Ungkap Rahasia Cepat Berakselerasi Meski Baru Berusia 4 Tahun

OVO juga dinilai lebih baik dalam tiga atribut, yaitu mudah dan nyaman dalam menggunakan aplikasi, diterima di banyak tempat–seperti toko dan restoran, serta menawarkan program loyalty yang menarik dibandingkan layanan sejenis.