Pengamat Pasar Modal: Investasi di Goto Bukan Strategi Bisnis Jangka Pendek

GoTo

Selular.ID – Sejumlah perusahaan tercatat menjadi investor sekaligus pemegang saham di PT Goto Gojek Tokopedia (GOTO).

Dengan bergabungnya perusahaan dalam ekosistem GoTo, diharapkan bisa memperluas kolaborasi dan kerjasama strategis yang semakin meningkatkan value added bagi kedua belah pihak.

Memang, kinerja harga saham GOTO pasca melantai di bursa masih dinamis naik dan turun di bawah harga IPO.

Sehingga untuk sementara waktu, nilai investasi sejumlah perusahaan di GoTo ikut terpengaruh, seperti yang dialami PT Telkom dan juga Astra.

Baca Juga: IPO GoTo: Buy or Bye?

Namun, jika melirik pergerakan saham GOTO hingga hari ini, maka GOTO termasuk saham yang sangat atraktif.

Tercatat sore ini (20/5) ditutup pada angka Rp304/lembar saham naik dibanding pembukaan pagi Rp280.

Jika tren ini mampu bertahan dan terus naik, maka prospek gain atau cuan kembali muncul.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham GoTo Rp292,73 Miliar Buat Telkom Tergeser

Pengamat pasar modal Reza Priyambada menilai, investasi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan terhadap GOTO, kiranya perlu pisahkan antara investasi dalam bentuk penyertaan terhadap bisnis dan investasi dalam bentuk non bisnis.

Menurut Reza, investasi yang terkait dengan bisnis bisa diilustrasikan seseorang ikut berinvestasi dalam bisnis perusahaan tersebut.

Artinya, dia tidak terlalu melihat apakah harga saham di pasar naik atau turun.

Hal ini seperti dilakukan Telkom, di mana melihat potensi masa depan dan kolaborasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Baca Juga: Apakah Saham Telkom Masih Bagus Meski Rugi Rp881 Miliar Karena GOTO?

“Yang penting, perusahaan yang dipilih untuk investasikan masih berjalan dan terus mengembangkan bisnisnya. Concernnya ialah kepada kelangsungan bisnis dan pengembangan maupun ekspansi bisnis yang dilakukan,” ucap Reza.

Halaman berikutnya

Perusahaan yang berinvestasi di GOTO bukan melihat kenaikan harga saham..