Mantap, Penetrasi Smartphone 5G di Indonesia Terus Meningkat

Smartphone 5G

Selular.ID – Jaringan 5G yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada 27 Mei 2021, mulai mengatrol pertumbuhan smartphone berbasis 5G.

Laporan Counterpoint  mengungkapkan, penetrasi smartphone 5G mencapai 16% pada Q1 2022, dibandingkan dengan 4% pada Q1 2021.

Saat ini smartphone 5G masih fokus pada segmen harga menengah ke atas, tetapi lembaga riset pasar asal Hong Kong itu, mempediksi kehadiran smartphone 5G yang lebih terjangkau akhir tahun ini.

Counterpoint menyebutkan bahwa, sejumlah vendor telah agresif dengan peluncuran 5G, mengantisipasi peningkatan lebih lanjut dalam infrastruktur 5G negara setelah pengurangan kebangkitan COVID-19 dan dampak ekonomi yang terbatas dari pandemi dibandingkan dengan tetangga Indonesia.

Meski terjadi peningkatan, populasi smartphone 5G di Indonesia terbilang rendah. Berbeda dengan Eropa, Amerika Utara, dan China, di mana pertumbuhan smartphone 5G terbilang massif.

Berdasarkan laporan Counterpoint, smartphone 5G menyumbang sekitar 51 persen dari total penetrasi penjualan smartphone pada Januari 2022. Angka itu bahkan melampaui pertumbuhan smartphone 4G untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Use Case 5G, Telstra Kembangkan Teknologi Imersif di Stadion Melbourne

Menurut Counterpoint, kontribusi penjualan smartphone 5G terbesar berasal dari pasar China, Amerika Utara, dan Eropa Barat.

Lebih rinci, China disebut memiliki penetrasi smartphone 5G yang tertinggi dibanding negara lain, yaitu mencapai 84 persen pada Januari lalu.

Sebab, kesiapan 5G operator telekomunikasi di negeri Tirai Bambu itu turut didukung vendor smartphone lokal yang menghadirkan smartphone 5G dengan harga terjangkau.

Sedangkan Amerika Utara, penetrasi 5G pada periode yang sama mencapai 73 persen, sementara di Eropa Barat mencapai 76 persen. Di kedua kawasan itu, pertumbuhan smartphone 5G didorong oleh kehadiran iPhone 12 Series.

Dibandingkan negara-negara front runner, pertumbuhan smartphone 5G di Indonesia memang belum signifikan. Hal yang terbilang wajar mengingat, coverage 5G masih terbatas, dan band frekwensi yang digunakan oleh operator selular tidak popular. Sehingga cukup menyulitkan vendor smartphone.

Baca Juga: Oppo Reno7 Z 5G Didukung Pita 5G Lengkap, Dari n1 Hingga N78

Untuk diketahui, penggelaran 5G oleh operator selular masih berjalan pada existing spectrum. Mengingat pemerintah belum mengalokasikan secara khusus spektrum untuk teknologi 5G.

Telkomsel misalnya menggunakan spectrum 2,3 Ghz selebar 50 Mhz. Sedangkan IOH dan XL Axiata menggunakan spectrum 1.800 Mhz, selebar 20 Mhz.

Padahal secara ekosistem, sesuai standar ITU, pita frekuensi 3,5 GHz dan 2,6 GHz dianggap sebagai frekuensi tengah yang paling ideal untuk menggelar 5G. Kedua pita tersebut dapat memberikan kecepatan internet yang tinggi dengan jangkauan layanan 5G yang lebih luas.

Meski penetrasi smartphone 5G belum signfikan, namun secara keseluruhan pertumbuhan smartphone di Indonesia akan kembali bergairah setelah dua tahun terakhir terkapar karena pandemi covid.

Analis Senior Counterpoint  Febriman Abdillah, memprediksi bahwa pasar smartphone pada 2022 menjanjikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q1-2022, OPPO Tetap Memimpin

Menurutnya, OEM akan terus meluncurkan model baru, menghadirkan smartphone 5G yang lebih terjangkau, dan mendorong penjualan saluran online dengan bermitra dengan portal e-commerce.

“Kisaran harga $150-$249 bisa menjadi segmen smartphone dengan pertumbuhan tercepat, terhitung 35% dari pasar”, pungkas Febriman.