Cara Tokopedia Supaya Produk Para Merchant di Lapaknya Laku

Vice Chairman/Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison
Vice Chairman/Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison

Selular.ID – Tokopedia berusaha supaya merchant atau pedagang di lapaknya laku, simak caranya.

Berbagai upaya Tokopedia lakukan supaya merchant di lapaknya laris penjualan produknya.

Hal ini Vice Chairman/Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison ungkapkan di acara webinar Selular Congress, Selasa (29/3/2022).

Pria yang akrab disapa Leon ini menyebut pengalaman konsumen menjadi tolak ukur supaya merchant di Tokopedia laku penjualannyan.

Hal ini lantaran dari berbagai riset sejak tahun 2018 ada potensi penjualan di era digital sebesar 20 miliar Dollar Amerika Serikat pada tahun 2022 ini.

TONTON JUGA:

“Lalu dari riset ini memprediksi ada 26 juta lapangan kerja muncul dari masifnya aktivitas perdagangan e-commerce,” ungkap Leon.

“Dan hasil riset tersebut ternyata terbukti sekarang,” sambungnya.

Leontius, Cofounder Tokopedia menjelaskan selain hasil riset pada tahun 2018 silam, Tokopedia bersama LPM UI juga melakukan riset di tahun 2019 akhir.

Hasil riset tersebut menunjukkan adanya pengurangan biaya, baik itu harga barang maupun ongkos kirim sebesar 11-25% setelah masyarakat aktif bertransaksi di e-commerce.

Baca juga: Penjual Andalkan Dilayani Tokopedia Untuk Menitipkan Produk

Memulai bisnis

Leon menambahkan ada perubahan signifikan di sisi social equity.

UKM yang membuka toko di Tokopedia naik 2,5 kali lipat pada tahun 2021 berbanding tahun sebelumnya.

Kondisi demikian sesuai dengan visi misi Tokopedia.

Leon menyebutkan visi Tokopedia, yakni “anyone can start” maksudnya siapa saja bisa memulai bisnis.

“And discover anything” ini untuk konsumen bisa mencari apa saja di Tokopedia.

Sebagai e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia mempunyai 12 juta lebih merchant.

Ada 638 juta produk yang Tokopedia pasarkan.

“Bahkan first time entrepreneur atau mereka yang baru membuka bisnis di Tokopedia ada 86,5%,” ungkapnya.

“Hal ini merupakan pengalaman pertama mereka memulai usaha kecil-kecilan di Tokopedia,” sambung Leon.

Sejalan dengan misi Tokopedia, Leon menyebut teknologi e-commerce di Tokopedia untuk semua orang di mana saja.

Saat ini bisnis Tokopedia mencakup empat divisi, yaitu marketplace and digital goods, fintech payment, logistic fulfillment, Mitra Tokped.

Pada divisi fintech dan payment, konsumen bisa menggunakan digital wallet untuk pembayaran, mulai layanan paylater dan sebagainya.

Logistic dan fulfillment merupakan divisi bisnis Tokopedia yang bekerja sama dengan pihak logistik dalam penyediaan gudang di lokasi yang market size-nya lebih luas.

Barang bisa lebih cepat diterima konsumen karena gudangnya tersedia di berbagai kota.

Adanya Mitra Tokped memudahkan merchant-merchant kecil untuk menjual secara online dan tetap buka offline.

Mitra Tokped ini bisa membantu customer konvensional untuk mengakses kemudahan layanan pembayaran.

Baca juga: Ini Cara Bayar Pajak Penghasilan Lewat Tokopedia

Lalu bagaimana Tokopedia melayani customernya?

Leon mengimplementasikan pelayanan customer service-nya dalam berbagai divisi

Pertama, Full Tokopedia Digital Customer Service. Divisi ini memberikan pelayanan terbaik bagi best friend Toppers (users Tokopedia).

Semua complain diterima di divisi ini, baik berbicara langsung dengan customer service maupun melalui chat box, email automation.

Customer juga bisa menghubungi Tokopedia Care yang berlokasi di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta.

Fasilitas di Tokopedia Care adalah pelayanan 24 jam setiap hari, yang customer excellence team Tokopedia kelola.

“Semuanya Tokopedia layani serba digital, Semua pelayanan prima Tokopedia berpegang untuk memprioritaskan pelanggan,” jelas Leon.

“Tim kami harus bisa membantu menyelesaikan masalah pelanggan hingga tuntas,” lanjutnya.

Selain itu, untuk memantau kondisi tersebut, Tokopedia mempunyai one command centre.

Leon menggambarkan di ruangan itu ada monitor khusus untuk memantau topik yang viral di masyarakat serta kampanye-kampanye yang Tokopedia lakukan.

“Apabila ada komentar atau pengalaman terkait Tokopedia di media sosial, maka tim kami langsung menindaklanjuti,” tandas Leon.