Kemampuan yang Wajib Dikuasai Talenta Indonesia Imbangi Pertumbuhan Industri Digital

Kemampuan yang Wajib Dikuasai Talenta Indonesia Imbangi Pertumbuhan Industri Digital
Kemampuan yang Wajib Dikuasai Talenta Indonesia Imbangi Pertumbuhan Industri Digital

Selulalr.ID – Lazada mengungkap berbagai temuan dari studi bertajuk “Pengembangan Talenta untuk Ekonomi Digital Indonesia”, diantaranya tiga kategori keterampilan atau kemampuan utama yang harus dikuasai oleh talenta Indonesia, yang sejalan dengan cepatnya pertumbuhan industri digital.

Ferry Kusnowo, Executive Director, Lazada Indonesia menuturkan tiga kategori keterampilan utama yang harus dikuasai talenta Indonesia untuk bisa berkembang yakni, keterampilan Sosial (Social Skills): keterampilan untuk memiliki pola pikir untuk beradaptasi, berpikir kritis dan analitis.

Kedua, keterampilan Digital (Digital Skills), keterampilan digital yang kompleks akan terus dibutuhkan oleh industri untuk mempercepat efisiensi karena pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision-making) menjadi lebih relevan.

Yang ketiga, keterampilan Penggerak Bisnis (Business Enabler Skills): keterampilan untuk mengembangkan pola pikir bisnis yang kuat dan fleksibel. Hal ini menjadi keterampilan mendasar bagi setiap talenta seiring dunia bisnis yang terus berkembang.

Tak hanya itu, dengan dukungan YCP Solidiance, konsultan manajemen di Asia, Studi Lazada yang dilakukan pada kuartal keempat 2021 memberikan gambaran lanskap tenaga kerja Indonesia saat ini.

Baca Juga: Indonesia Darurat Talenta Digital, Ovo Gelar Fintech Academy

Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi mulai tahun 2030 dengan total usia produktif mencapai 64% dari total populasi.

Kelompok usia produktif ini akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Hal ini konsisten dengan laporan dari Google, Bain dan Temasek (2021) yang memprediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan terus tumbuh dan mencapai nilai USD146 miliar di tahun 2025,”terang Rudi.

Untuk menumbuhkan dan memberdayakan 3,7 juta pekerjaan baru di sektor digital, diperlukan adanya kolaborasi dan kemitraan intensif antara pemerintah dan pihak swasta; upaya merangkul budaya pertumbuhan; perubahan dan inovasi serta memberdayakan komunitas untuk terlibat dan berkontribusi dalam ekonomi digital Indonesia.

Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menjelaskan potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar, namun memang masih ada beberapa tantangan, khususnya dalam membangun sektor talenta digital.

Pemerintah mendorong swasta untuk aktif dalam kegiatan pendidikan dan vokasi yang ditujukan kepada talenta digital. Kami tidak dapat kerja sendiri, diperlukan kolaborasi banyak pihak, utamanya pelaku usaha sebagai end user dari tenaga kerja tersebut.

Pemerintah mengapresiasi dukungan Lazada yang telah turut serta dalam pengembangan lanskap eCommerce dan layanan logistik di Indonesia.

Lazada telah berperan sebagai salah satu platform dalam pengembangan UMKM Indonesia, khususnya dalam industri tekstil, fesyen, kuliner, dan kerajinan di Indonesia.

Baca Juga: Tecno Pop 5 LTE Mulai Dijual di Lazada Harga Rp1 Jutaan

Gervasius Samosir, Partner & Head of YCP Solidiance Indonesia menambahkan bonus demografi yang akan dialami Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan sosial bila pemberdayaan talenta dilaksanakan secara optimal oleh semua pemangku kepentingan di ekosistem.

“Oleh karena itu, program pengembangan talenta ekonomi digital harus bisa dapat mendorong pola pikir yang cerdas, kreatif dan terus bertumbuh, membangun sistem edukasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta menjalankan program pelatihan yang inklusif atau merata untuk semua talenta.” pungkas Gervasius.