Pengiriman Smartphone Turun, Peringkat Xiaomi Kembali Anjlok Ke Posisi Tiga

Pengiriman Smartphone Turun, Peringkat Xiaomi Kembali Anjlok Ke Posisi Tiga

Jakarta, Selular.ID – Kinerja Xiaomi terlihat menurun pada kuartal ketiga 2021. Berdasarkan laporan Counterpoint, vendor yang berbasis di Beijing itu, hanya mampu menggamit 13% pangsa pasar. Perusahaan hanya mampu mengirimkan 43,9 juta unit smartphone,  turun 5,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pencapaian itu membuat Xiaomi kembali terlempar ke posisi ketiga.

Apple yang sebelum digeser Xiaomi kembali naik ke posisi dua dengan 14% pangsa pasar. Posisi puncak masih ditempati oleh Samsung yang meraih 20% market share. Strategi Apple dan Samsung memperbarui seri premium mereka masing-masing lewat iPhone 13 dan seri Fold, terbukti mampu mendorong pertumbuhan.

Melengkapi posisi lima besar, di isi dua vendor China yaitu Oppo dan Vivo. Kedua vendor yang sama-sama berada di bawah BBK Group itu membututi ketat tiga vendor di atasnya. Masing-masing meraih 10% pangsa pasar.

Menurunnya kinerja sepanjang Q3-2021, Xiaomi berbanding terbalik dengan periode sebelumnya. Periode itu Xiaomi untuk pertama kalinya mampu menempatkan diri sebagai vendor terbesar kedua di dunia berdasarkan pengiriman handset.

Tercatat Xiaomi mampu melampaui Apple yang sebelumnya bertengger di posisi tersebut. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, mengingat vendor yang didirikan oleh Lei Jun dan Lin Bin itu, baru menapaki bisnis ponsel pada 2010.

Menurut laporan lembaga riset teknologi Canalys, Xiaomi yang berbasis di Beijing mampu menggaet 17% pangsa pasar global pada kuartal kedua 2021, hanya berbeda tipis dengan Samsung yang menguasai 19%. Apple berada di urutan ketiga dengan 14% pada kuartal tersebut.

Sayangnya kinerja yang mengilap pada kuartal kedua 2021, tak mampu dipertahankan Xiaomi di kuartal selanjutnya. Xiaomi pun kembali turun peringkat sebagai vendor terbesar ketiga di dunia.

Menurunnya performa Xiaomi merupakan dampak dari minimnya pasokan komponen global, terutama chip yang masih  berlangsung hingga kini dan diperkirakan baru akan pulih pada 2022 – 2023.

Di sisi lain, kompetisi antar vendor juga semakin ketat. Pemain-pemain lain kini mulai mampu mengekor kesuksesan Xiaomi. Tengok saja di negara asalnya, China, Xiaomi terus berjuang di pasar offline, di mana Oppo dan memegang lebih dari 65% pangsa.

Kembalinya Honor yang sangat kuat juga berdampak besar pada pertumbuhan Xiaomi. Menurut laporan Canalys, Honor yang mantan sub brand Huawei sukses melewati Xiaomi untuk meraih posisi nomor tiga dalam hal pangsa pasar smartphone di China sepanjang Juli – September 2021.

Di Indonesia sendiri, kinerja Xiaomi juga terbilang turun naik. Menurut laporan Canalys terbaru, Vivo kembali menduduki posisi nomor satu vendor smartphone di Indonesia pada kuartal ketiga 2021. Lima besar vendor smartphone Indonesia pada periode Juli-September 2021 berturut-turut adalah Vivo (23%), Oppo (19%), Samsung (18%), Xiaomi (16%) dan Realme (13%).

Anjlok ke posisi empat pada kuartal ketiga 2021, menunjukkan Xiaomi tak mampu menahan dampak krisis chip yang tidak hanya mengurangi pengiriman, namun juga mendorong peningkatan harga jual karena keterbatasan komponen.

Padahal pada kuartal kedua 2021, Xiaomi mampu meraih posisi puncak pasar smartphone Indonesia dengan meraih 28% pangsa pasar. Diikuti Oppo (20%), Samsung (18%), Realme (12%), dan Vivo (12%).