Intel Tolak Rencana Larangan Impor Senyawa Penting Semikonduktor Dari Komisi Perdagangan AS

Intel Tolak Rencana Larangan Impor Senyawa Penting Semikonduktor Dari Komisi Perdagangan AS

Jakarta, Selular.ID – Seperti yang sudah kita ketahui, krisis chipset yang melanda semua industri di sepanjang 2021 dan diprediksi akan selesai selesai di 2022 sudah sangat menyulitkan. Hal ini mempengaruhi banyak industri, bukan hanya industri PC dan smartphone saja, namun di industri otomotif dan lainnya.

Berasarkan informasi terbaru, Intel mengungkapkan ketersediaan chipset bisa lebih buruk dari sebelumnya.

Hal ini karena Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) dilaporkan akan melakukan pelarangan impor senyawa manufaktur semikonduktor dari beberapa perusahaan kunci.

Oleh karena itu, Intel mengatakan bahwa akan melawan keputusan dari USITC. Sebab, senyawa yang dilarang untuk masuk adalah bahan planarisasi mekanik kimia yang dijual dengan nama Optiplane.

Dan perusahaan yang melakukan ekspor adalah Rohm & Haas DuPont di Taiwan dan Jepang. DuPont baru-baru ini dituduh melanggar paten yang dipegang oleh CMC Materials Inc. Yang berbasis di Illinois.

Jika larangan itu terwujud, Intel mengatakan bahwa kekurangan semikonduktor yang sudah kritis hanya akan memburuk.

Untuk diketahui, perubahan dalam penyedia material senyawa, dapat memiliki dampak yang tidak proporsional pada hasil semikonduktor.

Disamping memang Intel yang merupakan perusahaan teknologi yang bisa paling terpukul jika larangan ini diberlakukan. Hal ini dikarenakan Intel memiliki pabrik di AS, sedangkan pesaing mereka melakukan outsourcing pihak ketiga untuk memproduksi perangkat mereka.

Kebanyakan para pembuat chipset pihak ketiga memiliki pabrik di luar AS. Jadi, mereka tidak akan terlalu terpengaruh dengan keputusan yang satu ini.