spot_img
BerandaSelular CongressIndonesia 5G Conference: Strategi Data Perusahaan, AloT dan New Business di Era...

Indonesia 5G Conference: Strategi Data Perusahaan, AloT dan New Business di Era 5G

-

Jakarta, Selular.ID –  Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku industri telekomunikasi di Tanah Air, Selular Media Network (SMN) menggelar ajang webinar Indonesia 5G Conference. Mengambil tema ‘Exploring 5G Opportunities In Diverse Industries’  diharapkan gelaranan ini dapat memetakan tantangan yang dihadapi para pemain, baik dari sisi teknologi, pasar, sekaligus mengeksplorasi beragam peluang yang muncul karena kehadiran 5G.

Terdiri dari empat sesi webinar, pada sesi terakhir mengusung tema ‘Strategi Data Perusahaan, AloT dan New Business di Era 5G’. Pembicara dalam bahasan ini melibatkan Danny Buldansyah, Wakil Dirut Tri Indonesia, Teguh Prasetya, Ketua Umum ASIOTI, Palson Yi, Marketing Director Realme Indonesia dan Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia.

Strategi Data Perusahaan, IoT dan New Business di Era 5G

Teknologi 5G merupakan”peradaban baru”. Ketika pengguna 2G beralih ke 3G lalu ke 4G LTE, dapat dikatakan upscalling atau “naik kelas” biasa. Sementara 5G menawarkan cara hidup “cerdas.

Seperti diketahui, penggelaran jaringan 5G serta perubahan aktivitas masyarakat akibat pandemi covid 19 telah membuka peluang baru bagi perusahaan telekomunikasi untuk dapat meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan memperbarui model bisnis mereka.

Meskipun penggelaran jaringan 4G sendiri masih terus dilakukan di Indonesia, transformasi teknologi ke 5G tidak bisa dielakkan. Penggelaran jaringan 5G sendiri menjadi wujud dari akselerasi transformasi digital untuk dapat merealisasikan industri 4.0 dan peralihan ke ekonomi digital. Penggelaran jaringan 5G juga memberikan sejumlah keuntungan, jaringan 5G yang sudah tersedia akan dimanfaatkan untuk fokus pada layanan mobile broadband, fixed wireless access serta IoT. Kehadiran 5G akan membuka potensi IoT dengan mengaktifkan lebih banyak koneksi sekaligus.

Tentunya, potensi ini dapat menjadi pendapatan baru bagi operator seluler. Begitupun sektor IoT. Kendati 5G harus bersaing dengan teknologi lain, seperti Wi-Fi dan Zigbee untuk mengakomodir kebutuhan IoT. Namun 5G memiliki spektrum milimeter wave (mmWav) yang mampu memberikan kecepatan lebih dari 100 Mbps ke rumah-rumah, menjadikannya alternatif bagi broadband kabel. Model bisnis ini akan menjadi aliran pendapatan yang benar-benar baru untuk operator seluler. 5G diprediksi juga akan sangat berguna untuk perangkat medis dan sistem keselamatan kendaraan otonom. Selain itu, 5G dapat mengakses apa yang tidak dapat dilakukan jaringan broadband kabel.

Sementara untuk penyedia device, brand smartphone tentunya bersiap dengan menghadirkan perangkat yang dibutuhkan pengguna 5G. Dengan menghadirkan perangkat 5G beragam dengan pilihan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Teknologi 5G memberikan implikasi yang cukup besar dalam pengelolaan data. Jaringan data semakin berkembang resiko kemanan data perlu diwaspadai. Tak dapat dipungkiri teknologi 5G diprediksi 100 kali lebih cepat dari sistem 4G saat ini. Tak hanya itu, kapasitas data di seluruh dunia pun bakal meningkat. Angkanya diperkirakan akan mencapai 175 zettabytes pada 2025 mendatang. Jumlah tersebut meningkat 1,2 zettabytes pada 2010 ketika 4G pertama kali digunakan secara global.

Dengan peningkatan dramatis dalam jumlah dan kecepatan transfer, hal ini tentu menjadi potensi bagi perangkat yang terhubung dengan munculnya ekspansi alami dan amplifikasi ancaman. Berbagai evolusi, pengembangan, dan konektivitas dalam sistem 5G akan membuka pintu bagi berbagai ancaman.

Kerentanan layanan dan infrastruktur telekomunikasi 5G akan banyak. Kekurangan semacam itu dikatakan dapat memungkinkan para pelaku kejahatan siber merusak infrastruktur telko, melumpuhkan, memata-matai atau mengalihkan lalu lintasnya.

Masalah lainnya adalah bahwa para penyedia layanan 5G akan memiliki akses luas ke sejumlah besar data yang dikirim oleh perangkat pengguna, sehingga dapat menunjukkan apa yang benar-benar terjadi di dalam lokasi rumah atau setidaknya menggambarkannya melalui metadata di lingkungan sekitar pengguna, sensor inhouse, dan parameter internal.

Sehingga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama untuk memastikan bahwa risiko keamanan 5G terkendali perlu ditingkatkan. Dan juga, perlu untuk meningkatkan pemahaman bersama tentang tanggung jawab yang selaras, standar terpadu, dan peraturan yang jelas untuk jaminan keamanan 5G.

Pada kesempatan ini, kami ingin mengundang sahabat setia pembaca Selular.ID untuk hadir dan mengikuti acara yang akan terdiri dari 4 (empat) sesi webinar ini. Berikut link registrasi gratis untuk mengikuti rangkaian acara Indonesia 5G Conference pada Selasa-Rabu 26-27 Oktober 2021. Sampai jumpa besok.

Artikel Terbaru