Moratelindo: Di Lingkup ASEAN, Kualitas Broadband Indonesia Sangat Lemah

Ilustrasi fixed broadband, foto: mybroadband.co.za/

Jakarta, Selular.ID –  Indonesia digadang-gadang memiliki pasar bisnis fixed broadband yang sangat potensial, terlebih negeri ini memiliki luas wilayah yang sangat memadai, ditambah jumlah penduduk dengan konsumsi internet tinggi, membuat layanan fixed broadband semakin menarik untuk digarap.

Dan jika mengacu pada data World Bank, penetrasi pasar fixed broadband 2021 masih sangat kecil tergarap, yakni baru mencapai 4 persen. Yang padahal seharusnya di era digital seperti saat ini, koneksi internet yang stabil amat dibutuhkan, dan sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, perniagaan, edukasi dan lain sebagainya.

Presiden Direktur Moratelindo, Galumbang Menak menilai kualitas broadband di Indonesia di lingkup ASEAN pun sangat lemah.

“Secara kualitas masih lebih rendah jika dibanding Vietnam, Filipina, apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia. Kita hanya menang dari Timor Leste, bahkan penetrasi Miyanmar pun tercatat lebih tinggi dari kita (Indonesia),” tegasnya  dalam acara webinar media sila dengan tema ‘Apa Kabar Tol Langit?’.

Sehingga dirinya menekankkan, agar semua operator dapat bekerja sama dengan pemerintah agar bisa sama-sama membangun lebih banyak jaringan fiber optic di wilayah Indonesia.

“Kalau kita bandingkan total panjang kabel fiber optic dengan negara lain, Indonesia pun terbilang masih rendah. Penetrasi FTTH (Fiber to The Home) saja masih di bawah 10 persen,” sambung Galumbang.

Sehingga dalam gelaran fiber optic, Galumang menyebut tidak hanya bisa mengandalkan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) saja.

“Karena tugas mereka itu menutup daerah-daerah terpencil. Dan penetrasi FTTH di bawah 10 persen itu seharusnya tugas kita bersama. Dilain sisi Indonesia kini di dorong untuk bertrasformasi ke digital di era pandemi. Ini yang sebenarnya membuat kita bisa tetap hidup di masa new normal. Sehingga menurut saya, kerja sama operator dengan pemerintah harus menjadi perhatian kita kedepan,” tandasnya.