spot_img
BerandaNewsAset Kripto Meroket 67.5% Selama Pandemi, Indonesia Jadi Pasar Menjanjikan?

Aset Kripto Meroket 67.5% Selama Pandemi, Indonesia Jadi Pasar Menjanjikan?

-

Jakarta, Selular.ID – Pasar aset kripto secara konsisten mencatatkan pertumbuhan yang positif, bahkan melebihi kecepatan pertumbuhan investor saham. Kementerian Perdagangan mencatat bahwa jumlah investor kripto mencapai 6,5 juta pengguna per Mei 2021, dengan total transaksi menembus Rp370 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari investor pasar modal yang baru berada di kisaran 4,5 juta per Februari 2021, menurut data BEI.

Dan dapat dikatakan, selama tahun 2021, Indonesia mengalami pertumbuhan investasi kripto tertinggi sepanjang sejarah, terlebih sejak pemerintah mengakui kripto sebagai aset komoditas perdagangan.

Tidak hanya di Indonesia, minat yang melonjak tajam terhadap aset kripto juga terjadi di berbagai belahan dunia. Pada bulan Maret 2021, rata-rata volume perdagangan untuk semua aset kripto di dunia mencapai US$109 miliar per hari, dengan Bitcoin menduduki posisi pertama kripto yang paling laris di pasaran (59.5%). Diperkirakan bahwa jumlah total pemilik dompet blockchain untuk pembelian kripto di seluruh dunia mencapai 75 juta orang, menurut data Statista di akhir Juli 2021.

Namun, dengan makin tingginya volume serta minat terhadap perdagangan kripto, dikatakan Jay Jayawijayaningtiyas, Country Manager Luno Indonesia banyak investor yang hanya memasuki pasar dengan mindset ikut-ikutan atau hanya karena efek Fear of Missing Out (FOMO).

“Mereka kurang memahami volatilitas pasar, tren permintaan kripto, serta ketidakpastian kondisi perdagangan, sehingga rawan membuat keputusan yang salah. Ini menunjukkan adanya fenomena kesenjangan edukasi terhadap aset Kripto,”tutur Jay.

Dengan makin meningkatnya minat investor terhadap aset kripto di Indonesia, Luno, platform perdagangan kripto berfokus untuk meningkatkan literasi dan edukasi seputar kripto. Selain telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI (Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi), Menurut Jay, Luno merancang platform dengan UI/UX supaya setiap pengguna, termasuk masyarakat yang masih awam terhadap kripto, bisa menavigasi platform dengan mudah.

Pada awal tahun 2021, Luno telah meluncurkan program edukasi bernama Luno Academy agar setiap orang bisa mempelajari tentang aset kripto dengan mudah, melalui website dan aplikasinya. Menjunjung tinggi transparansi, platform yang berdiri sejak tahun 2013 ini juga menerapkan sistem bebas biaya deposit dan biaya transaksi hanya sebesar 0,75% untuk transaksi jual/beli instan. Di Indonesia, Luno sendiri telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI (Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi).

“Kripto dapat membantu investor membangun portofolio, terutama untuk investasi jangka panjang. Kita bisa melihat daya tarik kripto sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, dan kami yakin banyak orang Indonesia yang tertarik untuk mendapatkan profit dari perdagangan ini. Dalam hal keuntungan, aset kripto memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Teknologi yang terdesentralisasi, serta transparansi yang tinggi mempermudah setiap investor untuk membeli, menjual, menyimpan, dan memperdagangkan kripto kapan saja dan dimana saja, dibandingkan aset investasi lainnya,” ungkap Jay.

Memasuki semester kedua tahun 2021, volume transaksi kripto di Luno sudah menunjukkan pertumbuhan sebesar 22 kali dibandingkan sepanjang tahun 2020. Secara global, Luno juga telah memiliki lebih dari 8 juta pelanggan.

“Kami hendak menghapuskan stigma di masyarakat yang memandang bahwa perdagangan kripto rumit dan hanya bisa dilakukan investor tingkat lanjut. Untuk itu, strategi kami adalah dengan memperbanyak konten pendidikan yang simpel, mudah dipahami, dan gratis, baik di media sosial, acara virtual dan offline, serta aplikasi dan website Luno. Kami ingin bisa membantu investor baru agar bisa memahami fundamental investasi kripto hanya dalam waktu kurang dari satu jam,” tambah Jay.

Jay menegaskan bahwa Luno, berbeda dengan platform lain, investor aset kripto Luno bisa melakukan penarikan dan pembelian secara instan, sehingga sangat mudah digunakan oleh pengguna baru.

Baca Juga:Pelaku Kejahatan Siber Manfaatkan Perbankan Hingga Pertukaran Mata Uang Kripto Di Asia Tenggara

Untuk mendukung edukasi tentang aset kripto lebih lanjut Luno juga meluncurkan program terbaru bernama “Panjat Cuan”, dimana pengguna bisa mendapatkan bonus hingga Rp200 ribu untuk pembelian Bitcoin pertama melalui aplikasi Luno. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak lebih banyak investor Indonesia untuk berinvestasi pada aset kripto, dengan target menjaring setidaknya 2.000 investor baru dalam platform Luno.

Ke depannya, Luno akan menghadirkan promo, fitur, serta program menarik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna. Selain menurunkan biaya jual-beli dari 2% menjadi 0,75%, Luno juga sedang menggarap fitur baru agar pengguna bisa melihat profit/loss dari portofolio mereka dengan mudah. Dengan total penduduk sebesar 270 juta, perusahaan ini percaya bahwa investasi kripto di Indonesia akan terus berkembang, inklusif, dan mudah diakses lebih banyak masyarakat.

Artikel Terbaru