BerandaNewsPolicyMigrasi ‘Analog Switch Off’ Tahap Pertama Diharapkan Mundur     

Migrasi ‘Analog Switch Off’ Tahap Pertama Diharapkan Mundur     

-

Jakarta, Selular.ID – Proses migrasi siaran televisi dari analog ke digital atau analog switch off (ASO) yang sebentar lagi akan berlangsung, direncanakan tahap awal implementasi ASO bakal berlangsung pada 17 Agustus mendatang.

Kendati diperlukan sebagai bentuk penataan ulang atau refarming frekuensi 700MHz, untuk kepentingan mengembangkan internet berkecepatan tinggi, terlebih frekuensi tersebut memang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat frekuensi terkuat untuk 5G, Heru Sutadi, Pengamat Informasi Teknologi menganggap jika proses penerapan ASO juga perlu memperhatikan dinamika yang ada di masyarakat.

Baca juga: Ketersediaan Set Top Box Bayangi Implementasi ASO Tahap Awal?  

“ASO memang diperlukan, namun proses ke sana perlu memperhatikan dinamika yang ada di masyarakat. Sekarang ini bukan waktu yang tepat membuat kegiatan selain fokus pada penanggulangan covid-19 yang sangat memukul masyarakat,” terang Heru, Kepada Selular, Rabu (21/7).

Dan terlebih memang untuk target 17 Agustus sebagai gelaran awal ASO menurut Heru bisa diabaikan, karena target tersebut memang berada diluar ketentuan yang berlaku.

“Karena ini diluar ketentuan, sehingga bisa diabaikan karena sejatinya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menetapkan pemadaman siaran analog pada 2 November 2022. Dan terlebih pula rasanya perlu dicari momentum yang pas untuk perubahan waktu,” lanjutnya.

Baca juga: Pengamat: Implementasi ASO, Industri Set Top Box Lokal Harus Diutamakan

Sedangkan untuk implementasi ASO tahap pertama yang berlangsung 17 Agustus itu, merujuk pada Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang merencanakan bakal menghentikan siaran televisi analog dan melakukan penyiaran secara digital secara bertahap. Sedangkan pelaksanaan teknis penghentian ASO ini diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Kemumdian Heru menegaskan, selain dinamika masyarkat yang genting, sosialisasi ASO ke pada masyarakat luas juga dinilai sangat lemah.

“Saya melihat sosialisasi pada masyarakat juga kurang. Maka perlu ditingkatkan tidak hanya melalui layar kaca saja, tapi sudah harus door to door langkahnya,” katanya.

Dan soal subsidi set top box (STB) sebagia pendukung migrasi digital masyarakat kurang mampu ke TV digital juga perlu diperhatikan, apalagi dalam kondisi resesi akibat covid-19 ini.

Baca juga: Bersiap! Tahap Awal Implementasi ASO Berlangsung 17 Agustus  

“Dalam hal ini juga perlu kejelasan pasti soal subdisi dan pemberian STB gratis pada masyarakat. Idealnya memang ini perlu percepatan. Jadi harus masyarakatnya ready dulu memiliki STB atau sudah memiliki TV digital, maka ASO sudah bisa dilakukan. Jangan dibalik ASO dulu baru diurus STB-nya,” tandasnya.

Dan masalah STB ini juga sangat genting, karena jumlah pasokan kini cenderung terbatas. Menurut keterangan Polytron salah satu pabrikan yang menyediakan perangkat STB, persoalan supply chip dan juga berubahnya waktu penerapan ASO, yang awalnya direncanakan berlangsung pada bulan November 2022, kemudian dimajukan mulai Augustus 2021 untuk gelaran tahap pertamanya, dinilai sangat menggangu kesiapan dari ketersediaan perangkat tersebut.

Ketersediaan STB Polytron saat ini hanya bisa mencapai supply sebanyak 25.000 unit, dan tentu ketersediaan perangkat ini perlu didorong pemain lain untuk memenuhi kebutuhan STB pada masa awal ASO ini digelar, jika berjalan sesuai rencana.

Sekedar informasi soal pengadaan STB sebagai alat bantu siaran digital dari TV analog jumlah kebutuhanya sangat besar.  Setidaknya membutuhkan sekitar 6,8 juta unit STB, untuk 277,7 juta masyarakat miskin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari dua anak.

Artikel Terbaru