BerandaNewsEnterpriseBuntut Pembatasan Wilayah Cina Vs India, Huawei dan ZTE Terkena Imbasnya

Buntut Pembatasan Wilayah Cina Vs India, Huawei dan ZTE Terkena Imbasnya

-

Jakarta, Selular.ID – Dengan meningkatnya ketegangan perbatasan antara India dan Cina, hubungan perdagangan kedua negara tersebut juga terkena dampak negatif.

Sekarang, pembuat peralatan jaringan Cina yaitu Huawei dan ZTE telah dilarang dari portal pemerintah berbasis telekomunikasi baru di India.

Lantaran hubungan yang memburuk, pemerintah India telah melarang banyak aplikasi dari Cina, bersama dengan larangan nasional untuk produk-produk Cina tertentu.

Selain itu, pembuat elektronik konsumen dari Cina juga menghadapi reaksi balik karena sentimen anti Cina di kawasan tersebut, sementara pemerintah India mengeluarkan pembuat peralatan telekomunikasi Huawei dan ZTE dari daftar operator telekomunikasi tepercaya yang dirilis awal tahun ini.

Berdasarkan laporan yang dilansir melalui TelecomTalk, sektor telekomunikasi India telah menyaksikan tingginya impor produk dan komponen dari Cina, karena harganya yang relatif lebih terjangkau.

Dengan demikian, arahan keamanan nasional telah diterapkan untuk memeriksa sektor telekomunikasi dan penggunaan peralatan Cina. Saat ini, operator seperti Reliance Jio, Bharti Airtel, dan Vodafone Idea bekerja sama dengan merek internasional seperti Nokia, Ericsson, Cisco, dan lainnya.

Baca juga: Huawei dan ZTE Tak Masuk Daftar Uji Coba 5G Di India

Pemerintah bahkan meluncurkan portal produk telekomunikasi tepercaya juga, guna menawarkan izin ke produk telekomunikasi tepercaya yang digunakan oleh operator India. Portal ini secara resmi diluncurkan kembali pada 15 Juni 2021, dan akan meminta operator telekomunikasi untuk menentukan produk yang ingin mereka beli dan juga menyebutkan perusahaan sumber komponennya.

Jika sebuah perusahaan berusaha untuk mendapatkan peralatan dari vendor Cina, mereka harus memenuhi semua persyaratan di portal atas nama pembuat peralatan Cina, serta akan menghadapi pengawasan yang cermat dari Sekretariat Dewan Keamanan Nasional (NSCS).

Artikel Terbaru