Telco

Caplok Discovery, AT&T Semakin Berotot di Bisnis Streaming

Streaming

Jakarta, Selular.ID – Raksasa telekomunikasi Amerika Serikat AT&T  mendekati kesepakatan untuk menggabungkan aset media, termasuk CNN dan HBO, dengan Discovery, pemilik jaringan TV gaya hidup seperti HGTV dan TLC.  Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, kesepakatan keduanya bisa diumumkan pada akhir pekan ini. 

Penggabungan antar kedua raksasa itu, sekaligus menandai pembatalan akuisisi AT&T senilai $ 108,7 miliar terhadap konglomerat media AS Time Warner pada 2018. Akuisisi terhadap Discovery juga semakin memperkuat AT&T di bisnis streaming yang menjadi masa depan industri penyiaran. Era digital semakin mendorong pemirsa TV telah beralih ke streaming, di mana skala diperlukan untuk mengambil orang-orang seperti Netflix dan Walt Disney. 

Menurut Financial Times, penggabungan tersebut akan menciptakan perusahaan baru yang terpisah dari AT&T yang dapat bernilai $ 150 miliar, termasuk utang. Discovery saat ini memiliki nilai pasar termasuk utang sekitar $ 30 miliar. 

Kesepakatan tersebut akan mengumpulkan salah satu studio paling kuat di Hollywood, rumah bagi franchise Harry Potter dan Batman, dengan rumah produksi Discovery yang terdiri dari pertunjukan rumah tanpa naskah, memasak, dan alam serta sains. 

Sebelumnya dengan upaya akuisisi terhadap Time Warner, AT&T berusaha untuk menciptakan platform media dan telekomunikasi yang menggabungkan konten dan distribusi. Namun langkah itu terbilang mahal karena secara bersamaan, perusahaan berusaha memperluas layanan nirkabel generasi berikutnya, sehingga memaksa AT&T meminjam dana $ 14 miliar untuk membeli lebih banyak spektrum nirkabel. 

AT&T telah berusaha untuk melepaskan diri dari akuisisi yang sarat hutang dan meringankan neraca. Pada Februari lalu, mereka setuju untuk menjual sepertiga dari layanan TV satelit DirecTV, yang dibeli pada 2015 seharga sekitar $ 68 miliar kepada TPG Capital dalam kesepakatan yang menilai bisnis tersebut sebesar $ 16,25 miliar. 

Saat ini HBO dan HBO Max yang dikuasai AT&T memiliki 63,9 juta pelanggan global. Tertinggal jauh dibandingkan dengan lebih dari 100 juta untuk Disney + Walt Disney dan 207,6 juta untuk Netflix.  Sedangkan Discovery, dengan portofolio mencakup Animal Planet dan Discovery Channel, menjangkau 88,3 juta rumah di Amerika Serikat. Layanan streaming Discovery + yang diluncurkan pada Januari lalu, telah memiliki 15 juta pelanggan.

Baca juga :  Gelar Layanan 5G, XL Axiata Gunakan Frekwensi 1.800 Mhz

About the author

Uday Rayana

Editor in Chief