Beranda News E-Commerce Riset: Tokopedia Jadi Marketplace Paling Banyak Diakses

Riset: Tokopedia Jadi Marketplace Paling Banyak Diakses

-

Jakarta, Selular.ID – Sejak pemberlakukan kebijakan pembatasan sosial, aktivitas masyarakat banyak beralih ke online, termasuk untuk berbelanja. Hampir seluruh platform belanja online mengalami kenaikan trafik sejak tahun lalu. Menurut laporan baru-baru ini, jumlah pengguna e-commerce meningkat lebih dari 10 juta (dari 75 juta menjadi 85 juta) selama pandemi.

Menurut data SimilarWeb pada kuartal I 2021, Tokopedia menjadi platform marketplace yang paling banyak diakses di internet. Tokopedia tercatat memiliki jumlah kunjungan bulanan mencapai 126,4 juta dan unique visitor bulanan mencapai 38,93 juta.

Shopee menyusul di peringkat kedua dengan 117 juta kunjungan bulanan dan 35,74 juta unique visitor selama kuartal I 2021. Sementara Bukalapak, Lazada dan Blibli secara berurutan mengisi peringkat 5 besar platform e-commerce di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, inovasi tanpa henti menjadi kunci keberhasilan perusahaan, terutama di bidang teknologi digital. Dalam menggaet pembeli dan penjual untuk masuk ke ekosistemnya, Tokopedia banyak menawarkan fitur-fitur berfaedah. Misalnya status keanggotaan seperti Power Merchant untuk para seller, di mana para penjual bisa menggunakan berbagai fitur eksklusif untuk membantu meningkatkan penjualan dan kepercayaan pelanggan. Lewat status keanggotaan tersebut, para penjual bisa mendapatkan akses khusus ke berbagai fitur eksklusif seperti bebas ongkir, voucher toko, broadcast message, dll.

Sementara untuk menarik pelanggan, Tokopedia menggelar program inovatif Waktu Indonesia Belanja (WIB), yang menawarkan promosi khusus kepada penggunanya setiap akhir bulan saat tanggal gajian.

Bukan hanya Tokopedia, platform e-commerce lain juga mempunyai strategi masing-masing dalam menggaet penjual dan pembeli. Para pelaku menawarkan berbagai fitur yang mempermudah konsumen untuk melakukan aktivitas belanja hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari melalui platform e-commerce. Beberapa inovasi yang saat ini banyak digandrungi oleh pelaku e-commerce seperti produk investasi untuk tabungan masa depan, produk digital untuk membayar tagihan, dan pinjaman pribadi. Melalui inovasi-inovasi tersebut, e-commerce Indonesia semakin berkembang dan memanjakan konsumen untuk tetap menggunakan platform mereka. Namun keberhasilan Tokopedia yang menempati posisi teratas daftar marketplace di Indonesia yang paling banyak diakses, membuktikan inovasi yang dilakukan perusahaan sudah tepat dan terbukti disukai masyarakat luas.

Selain menjadi ‘jagoan di rumah sendiri’, Tookopedia juga masuk dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 Asia Pacific 2020. Marketplace yang identic dengan warna hijau itu berada di jajaran 8 ‘Perusahaan Teknologi dengan Pertumbuhan Tercepat’ se-Asia Tenggara.

Dengan menduduki peringkat 94 dari 500 perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik, Tokopedia pun menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar tahun lalu.

Peringkat ini didasarkan pada persentase pertumbuhan pendapatan selama tiga tahun. Tokopedia tumbuh 608% selama periode ini. Secara keseluruhan, perusahaan yang mendapat peringkat dalam Deloitte Technology Fast 500 Asia Pacific 2020 memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata 551%.

Melissa Siska Juminto, COO Tokopedia mengatakan bahwa implementasi 3 DNA Tokopedia – Focus on Consumer, Growth Mindset, Make it Happen & Make it Better – berkontribusi dalam pertumbuhan pendapatan Tokopedia yang meningkat hingga 608% selama tiga tahun terakhir.

“Merupakan suatu kehormatan untuk masuk sebagai perusahaan teknologi Indonesia pertama di Deloitte Technology Fast 500 Asia Pasifik 2020. Ke depannya, kami akan terus menjadi perusahaan teknologi yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memulai dan menemukan apa pun, sejalan dengan misi perusahaan kami untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia,” ungkap Melissa.

Artikel Terbaru