Beranda News Policy Lokasi Pusat Data Nasional Harus Perhatikan Aspek Geostrategis  

Lokasi Pusat Data Nasional Harus Perhatikan Aspek Geostrategis  

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah mengungkapkan jika lokasi pembangunan Pusat Data Nasional tidak hanya dilandasi pertimbangan aspek teknis dan keamanan saja, namun menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan yang juga perlu diperhatikan ialah aspek geostrategis.

Seperti yang diketahui sebelumnya, hingga saat ini pemerintah telah memutuskan memilih empat wilayah sebagai titik pembangunan Pusat Data Nasional, yakni di wilayah Jabodetabek yang berlokasi di Bekasi, calon Ibu Kota baru negara, Kota Batam dan Labuan Bajo.

Baca juga: Pengamat: Bukit Algoritma Perlu Perhatikan Penyiapan Ekosistem

“Jadi disamping pertimbangan-pertimbangan teknis yang disampaikan, tentu kita juga akan melihat titik-titik geostrategis, seperti misalnya salah satu di Batam,” ujarnya saat meninjau rencana lahan lokasi pembangunan Pusat Data Nasional di Kawasan Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jum’at (23/04).

Menurut Johnny, pertimbangan geostrategis akan dilakukan analisa, karena hal tersebut berkaitan mengalirnya data lintas batas negara. “Sehingga perlu mempertimbangkan plus dan minusnya. Selain itu, Kementerian Kominfo juga mempertimbangan aspek kawasan dalam rangka efisiensi flow data nasional,” tegasnya.

Adapun rincian spesifikasi teknis Pusat Data Nasional yang akan bangun itu, yaitu processor sebanyak 42 ribu cors dan kapasitas storage 72 petabyte. “Jadi Pusat Data Government Cloud tier 4 standar global, prosesor 42 ribu cors dan kapasitas 72 petabyte atau hampir empat atau lima kali lipat dari jumlah kapasitas yang kita sudah gunakan saat ini. Karenanya nanti seluruh data nasional dalam rangka Government Cloud itu ada di sini,” tandasnya.

Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Baterai 5000mAh Rp3 Jutaan

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Keputusan Presiden dan arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sudah seharusnya mempunyai Satu Data Indonesia. Dan perlu diketahui jumlah Pusat Data Pemerintah di Indonesia saat ini tidak sedikit, total data baik di pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjumlah 2.700 pusat data, dan hanya sekitar 3% yang memenuhi global standar.

Artikel Terbaru