Beranda News Security Smart Pilih Smartphone, Hindari Software Berbahaya Mampir di Ponsel

Smart Pilih Smartphone, Hindari Software Berbahaya Mampir di Ponsel

-

Jakarta, Selular.ID – Malware di ponsel? Kebanyakan pengguna ponsel pintar berpikir malware hanya ada di komputer atau laptop, ternyata malware atau software (perangkat lunak) berbahaya bisa juga mampir ke ponsel.

Bagaimana malware bisa menyusup ke ponsel? Pada umumnya malware menumpang pada aplikasi. Kondisi pandemi saat ini ternyata juga kian membuka peluang malware berkembang. Berbagai informasi seputar Covid-19 beredar, namun tak sedikit yang menjadi tumpangan malware. Mengapa disebut software berbahaya? Karena efeknya bisa merugikan pemakai ponsel, seperti mencuri informasi pribadi yang tersimpan di ponsel.

Bagaimana pengguna bisa mengetahui apakah dalam ponselnya ada malware? Salah satu tanda yang umum adalah sering bermunculan iklan ketika tengah menjalankan suatu aplikasi di ponsel. Pastinya akan sangat mengganggu, bayangkan ketika kita sedang asyik ngobrol lewat video call, lalu muncul iklan tanpa basa-basi. Ini baru gangguan kenyamanan yang kelihatan… bagaimana dengan ancaman yang tak kelihatan? Malware juga membuat ponsel kita jadi ‘sibuk’ yang berakibat baterai cepat habis, ponsel panas; atau menyedot kuota data, mendaftarkan nomer ponsel ke layanan SMS premium, atau yang paling parah… informasi pribadi pindah ke pihak tak bertanggung jawab.

Bagaimana cara menghindari malware menyusupi ponsel kita?
Sebagai pengguna ponsel yang selalu tersambung ke internet, lumrah bila kita harus waspada dan ekstra hati-hati ketika berbagi data pribadi. Hindari mengekspos data kartu identitas atau dokumen kependudukan lainnya tanpa alasan.

Makin maraknya perbankan atau pembayaran melalui ponsel seperti: mobile banking dan mobile commerce, juga membuka peluang kejahatan siber yang kian canggih dan membahayakan. Menjaga keamanan password wajib hukumnya, antara lain dengan rajin mengganti password secara berkala, dan jangan gunakan password yang sama untuk beberapa layanan berbeda.

Pengguna ponsel juga harus rajin memperbarui perangkat dengan pembaruan keamanan terbaru. Setiap tahun Google rutin merilis pembaruan tambalan keamanan untuk semua ponsel berbasis Android OS. Prioritas update security patch ini tak selalu sama untuk setiap brand. Saat ini makin banyak brand ponsel pintar yang telah melengkapi sister perlindungan, sehingga serangan malware pada ponsel kian jarang terjadi. Namun bukan berarti kita haru

Seperti apa ponsel pintar yang aman?
Menghindari malware juga dapat dilakukan sejak awal ketika memilih perangkat yang akan dibeli. Umumnya konsumen membeli ponsel karena iming-iming iklan yang mengutamakan spesifikasi jeroan ponsel dan harganya. Padahal ada hal mendasar yang penting juga jadi pertimbangan, seperti security patch/tambalan keamanan yang berguna menambal celah/lubang rawan di dalam sistem ponsel. Security patch yang update/diperbarui, memastikan sistem dalam ponsel lebih aman dari versi sebelumnya.

Counterpoint Research, sebuah lembaga yang melakukan riset tahunan tentang brand ponsel yang ‘bisa dipercaya’ berdasarkan 4 patokan, yaitu: software terbaru, pembaruan keamanan, kualitas rakitan, dan perangkat yang direkomendasikan untuk perusahaan. Hasil riset Counterpoint Research Tahun 2020 menyebutkan Nokia sebagai ponsel yang menduduki posisi puncak untuk keempat hal terebut.

Deretan ponsel Nokia yang menggunakan Android 10 sudah memiliki security patch terbaru. Nokia adalah satu-satunya brand smaprthone di Indonesia yang mengutamakan pembaruan keamanan dan system operasi secara berkala. Bila masih penasaran apakah security patch pada ponsel Nokia kamu update atau belum, bisa masuk ke https://www.nokia.com/phones/en_int/security-updates dan masukkan tipe ponsel.

Masih bingung memilih tipe ponsel Nokia yang cocok, bisa masuk ke Official Store Nokia yang ada di Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, JD.id, dan Bukalapak.

Artikel Terbaru