Beranda Devices Smart Computing Permintaan Tinggi, Asus dan Acer Menaikan Harga Produk Laptop di Q2 ...

Permintaan Tinggi, Asus dan Acer Menaikan Harga Produk Laptop di Q2  

-

Jakarta, Selular.ID – Asus dan Acer, dua raksasa teknologi dari Taiwan, memang menjadi dua brand sukses dimasa pandemi Covid-19 berlangsung, kabarnya mereka akan menaikkan harga produk laptop sebesar 10%.

Hal ini bisa terjadi, karena disebabkan permintaan perangkat laptop yang tinggi, ditambah tersedatnya pasokan komponen, karena sudah menghadapi tekanan yang meningkat, yang membuat mereka menaikkan harga suku cadang.

Baca juga: Indef: Langkah Tepat KPPU Denda Gojek Rp3,3 miliar

Dengan demikian, baik Acer maupun Asus dikabarkan bakal menaikkan harga laptop yang diperkirakan terjadi di kuartal kedua (Q2) tahun ini. Catatan menariknya, kesenjangan pasokan komponen yang masih bersar, ditambah kenaikan harga seiring dengan permintaan dapat dipastikan akan menguntungkan kedua raksasa teknologi tersebut.

Hal ini juga menyiratkan bahwa kedua brand ini masih menjadi pembuka pintu gerbang kenaikan harga dalam industri elektronik, yang meluas dari komponen hingga produk jadi akhir.

Sesuai sumber, harga laptop kedua brand tersebut akan disesuaikan dengan fluktuasi mata uang di pasar tertentu. Sementara itu, dunia juga sedang menyaksikan kekurangan besar-besaran semikonduktor saat ini, yang juga menyebabkan tegangnya berbagai rantai pasokan.

Baca juga: Kebijakan Sertifikat Tanah Elektronik Ditunda, Ini Catatan Pentingnya

Kembali pada tahun 2020, pasar laptop mengalami pertumbuhan yang eksplosif karena di dorong oleh laju pandemi yang berlangsung agresif, hingga membuat seluruh negara memberlakukan lockdown dengan berbagai kebijakan pemerintah yang menyertainya.

Penguncian ini kemudian menyebabkan meningkatnya tren pendidikan online dan bekerja dari rumah, yang mengharuskan konsumen memborong laptop dan produk layar besar lainnya seperti tablet di pasaran . Acer dan Asus telah mendulang untung di era pandemi ini, dan berhasil mencatata kinerja paling positif dalam beberapa tahun terakhir. Dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut di masa mendatang, hingga pasokan dan rantai produksi lainya kembali ke batas normal.

Artikel Terbaru