BerandaNewsMarket UpdateKinerja MediaTek Melonjak Karena Meningkatnya Penetrasi Smartphone 5G

Kinerja MediaTek Melonjak Karena Meningkatnya Penetrasi Smartphone 5G

-

Jakarta, Selular.ID – MediaTek melaporkan kinerja yang kuat sepanjang 2020, dengan pendapatan dan laba meningkat secara substansial dari tahun ke tahun.  Berkat inovasi teknologi dan penetrasi pada pasar-pasar strategis, vendor chip Taiwan itu mampu meningkatkan pangsa pasarnya di smartphone 4G dan 5G.

Dalam sebuah pernyataan, MediaTek mengatakan pendapatan Q4 tumbuh 49 persen menjadi TWD96,4 miliar ($ 3,4 miliar), sementara laba bersih mencapai TWD15 miliar, naik 134,3 persen.

Perusahaan mengaitkan sebagian besar kenaikan labanya dengan keuntungan di pangsa pasar smartphone 4G dan 5G, bersama dengan peningkatan penjualan elektronik konsumen termasuk router Wi-Fi dan TV.

Beban operasional juga lebih tinggi, naik dari TWD21,3 juta pada Q4 2019 menjadi TWD27,5 juta karena investasi R&D yang lebih besar dan pengeluaran terkait dengan penjualan yang lebih tinggi.

Indikator menunjukkan perusahaan mencatat kenaikan kuat: awal bulan ini, CINNO Research mengeluarkan angka yang menunjukkan MediaTek menggantikan Qualcomm sebagai pemasok sistem-on-chip smartphone terbesar di China selama 2020.

Perusahaan riset tersebut menyatakan pengiriman Qualcomm turun 48 persen, sebagian karena pembatasan AS pada Huawei, yang memungkinkan MediaTek mengambil posisi teratas setelah “pertumbuhan eksplosif”.

Memang sejak beberapa tahun terakhir, MediaTek terlibat persaingan sengit dengan Qualcomm. Meski masih menjadi pemain dominan di industri prosesor mobile, belakangan MediaTek mampu menggerogoti pasar yang sebelumnya dikuasai Qualcomm.  Laporan dari Counterpoint mengungkap lebih dari 100 juta ponsel terjual pada Q3 2020 dimana MediaTek mendapatkan bagian terbanyak. 

Menurut laporan tersebut, MediaTek merebut 31% dari pangsa pasar chipset ponsel global pada Q3 2020. Meskipun tidak berada di puncak kategori 5G, perusahaan asal Taiwan tersebut menyalip Qualcomm dengan pertumbuhan sebesar 2% dan juga mencatat pertumbuhan tahunan (YoY) 5%. Dengan pencapaian itu, MediaTek mendapat predikat vendor chipset terbesar untuk pertama kalinya mengalahkan seteru beratnya Qualcomm.

Artikel Terbaru