Beranda News Feature Tren Teknologi Smartphone 2021: Dari Layar Gulung Hingga Pengukuran Suhu

Tren Teknologi Smartphone 2021: Dari Layar Gulung Hingga Pengukuran Suhu

-

Jakarta, Selular.ID – Tahun 2020 segera berakhir. Hanya dalam hitungan hari kita akan memasuki 2021. Meski saat ini pandemi corona masih menghantui, bukan berarti bahwa keadaan tidak lebih baik di tahun depan. Apalagi produk-produk anti virus sudah mulai diedarkan, setelah melalui serangkaian uji coba. Itu menunjukkan perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia, akan terus berinovasi untuk mengatasi segala tantangan melalui lompatan teknologi.

Inovasi dalam hal teknologi juga tercermin dalam industri smartphone. Walaupun permintaan smartphone anjlok tajam imbas wabah covid-19, dapat dikatakan bahwa 2020 adalah tahun yang hebat untuk perkembangan teknologi mobile.

Ada berbagai teknologi yang berhasil diciptakan, dikembangkan, dan semakin dipopulerkan pada tahun ini. Seperti smartphone lipat, punch-hole, pop-up kamera, hingga perang megapiksel. Semuanya, tanpa disadari, dapat mengubah kehidupan sehari-hari kita. Melihat kembali pencapaian yang telah kita dapatkan di tahun ini, mari sedikit kita proyeksikan inovasi teknologi smartphone pada 2021 yang dikembangkan sejumlah vendor.

OPPO

Vendor nomor satu di Indonesia Oppo, belum lama ini memperkenalkan ponsel layar gulung pertamanya melalui acara Oppo Inno Day 2021 secara virtual, Selasa (17/11). Perangkat bernama Oppo X 2021 memamerkan konsep baru yang memiliki kemampuan untuk menggulung layar.

Dalam kesempatan terpisah, Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia memaparkan lebih lanjut mengenai teknologi layar gulung Oppo X 2021. Dalam penjelasannya, Aryo mengatakan bahwa “smartphone ini dibangun dengan continous OLED Display dengan ukuran paling kecil adalah 6,7 inci dan paling besar 7,4 inci.”

Lebih lanjut, Aryo juga mengatakan Oppo X 2021 dilengkapi dengan beberapa teknologi baru milik Oppo. Dimulai dari powertrain Roll Motor, Plat 2-in-1, kemudian laminasi layar Warp Track. Menariknya, meski perangkat ini memiliki layar yang dapat digulung cukup besar seperti scroll, tetapi tak membuat sebuah lekukan yang cukup keras seperti pada solusi pengembangan layar tradisional.

Layar gulung memang cukup kokoh ketika ditekuk, namun peningkatan ketebalan pada keseluruhan layar akan mempengaruhi sejauh mana layar tersebut dapat ditekuk. Untuk mengatasi tantangan ini, Oppo menggunakan teknologi mandiri yang dinamakan laminasi layar Wrap Track berkekuatan tinggi.

Laminasi ini dibuat menggunakan material baja berkekuatan sangat tinggi sebagai bahan utama dengan tingkat ketebalan laminasi paling tipis sebesar 0,1 milimeter. Dibuat dengan pola linier, laminasi Warp Track dikatakan Aryo sangat meningkatkan ketahanan layar terutama saat menekuk.

LG

Tak hanya OPPO yang menyiapkan smartphone layar gulung, teknologi yang sama juga dikembangkan oleh LG. Setelah meluncurkan TV yang dapat digulung, LG dikabarkan berencana meluncurkan smartphone dengan kemampuan yang sama pada awal tahun depan. Ponsel cerdas mendatang yang dapat digulung – dengan nama kode Proyek B – akan menjadi perangkat kedua dalam Proyek Explorer baru perusahaan.

“LG Wing yang baru saja diluncurkan, dengan fitur layar utama yang dapat berputar, merupakan smartphone pertama yang diluncurkan sebagai bagian dari Explorer Project”, lapor XDA Developers.

Smartphone tersebut diberi nama Project B setelah CEO perusahaan Kwon Bong-seok. Saat ini, detail tentang smartphone yang dapat digulung masih langka tetapi LG menggoda tentang smartphone yang akan datang selama peluncuran Wing.

Selain Project B, perusahaan juga mengerjakan Project Rainbow yang diharapkan menjadi flagship klasik, kelanjutan dari V-series. V60 ThinQ memiliki chip Snapdragon 865 dan LG Rainbow yang akan datang kemungkinan akan menampilkan Snapdragon 875 SoC yang belum diumumkan sebelumnya.

Meski dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, LG berharap dapat mengirimkan sekitar 26 juta smartphone tahun ini. Dengan berbagai inovasi termasuk kehadiran smartphone yang dapat dilipat, LG mengusung target lebih tinggi. Chaebol Korea itu, mematok penjualan sekitar 30 juta unit pada tahun depan.

LG Electronics bulan ini merilis TV rollable pertama di dunia di Korea Selatan dengan harga $ 87.000 (sekitar Rs 63,9 lakh) karena raksasa teknologi itu bertujuan untuk menargetkan konsumen kelas atas di tengah pandemi.

Huawei

Tekanan bertubi-tubi AS tak membuat Huawei mengendorkan inovasi dalam pengembangan teknologi smartphone. Raksasa telekomunikasi China itu, telah mengajukan paten baru terkait pengukuran suhu pada perangkat selular. Huawei mengajukan paten desain berjudul ‘Ponsel dengan Antarmuka Pengguna Grafis untuk Pengukuran Suhu dan Hasil Tampilan’ pada 31 Maret dan secara resmi diterbitkan pada 17 November, lapor GizmoChina.

Berdasarkan dokumen paten tersebut, setelah mengukur suhu manusia atau benda melalui kamera ponsel atau tablet, hasil pengukuran tersebut dapat dilihat pada layar perangkat itu sendiri.

Vendor yang berbasis di Shenzen itu, telah meluncurkan dua smartphone dengan fungsi serupa. Handset pertama adalah Honor Play4 Pro Temperature Measurement Edition dan model kedua adalah Porsche Design ultra-premium Huawei Mate40 RS yang baru-baru ini diluncurkan.

Kedua handset ini menggunakan kamera IR yang mampu mengukur suhu mulai dari -20oC dan 100oC. Sebelumnya, Huawei mengajukan paten untuk smartphone dengan desain tiga kamera lipat.

Paten yang disetujui pada 17 Desember tahun lalu itu telah diajukan ke WIPO (World Intellectual Property Office) pada 9 Januari 2020. Desainnya mirip dengan ASUS Zenfone 6, tetapi smartphone Huawei yang akan datang akan menampilkan tiga kamera, bukan dua.

Artikel Terbaru