Sunday, October 25, 2020
Home Infographic Perkuat Keamanan, TikTok Membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik

Perkuat Keamanan, TikTok Membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik

-

Jakarta, Selular.ID – Usai banyaknya isu-isu terkait konten negatif dalam TikTok, hari ini (22/9) platform video pendek itu memperkenalkan Dewan Penasihat Keamanan Se-Asia Pasifik. Penasihat eksternal ini terdiri dari para ahli yang berkompeten di bidang hukum dan kebijakan, serta akademisi dari berbagai wilayah. Dewan Penasihat ini bertugas memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten, serta keamanan dan kenyamanan pengguna, khususnya di Asia Pasifik.

“TikTok telah mengambil langkah positif ke depan dalam meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik” ujar Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific, melalui keterangan resmi yang diterima Selular, Selasa (22/9).

Dewan Penasihat menyatukan beragam pendapat dari ahli yang dapat membantu mengembangkan kebijakan praktis. Bukan hanya untuk menjawab tantangan saat ini, tapi juga merencanakan kebijakan untuk isu-isu yang akan dihadapi industri di masa mendatang. Untuk itu, TikTok menggandeng sejumlah ahli dari berbagai negara sebagai perwakilan dalam tim Dewan, meliputi Pakistan, India, Singapura, Vietnam, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia.

Baca juga: Tak Seperti YouTube, TikTok Masih Pertimbangkan Monetisasi Konten

Khusus di Indonesia, terpilih Anita Wahid selaku Aktivis, Gusdurian Network Indonesia and President, MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society). Seluruh tim Dewan ini akan memberikan materi sesuai dengan keahliannya dan saran mengenai kebijakan serta praktik moderasi konten TikTok untuk membantu penyusunan panduan tingkat regional dan global.

Tidak hanya itu, tim Dewan ini juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul di satu wilayah yang dapat mempengaruhi platform dan pengguna TikTok, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Nantinya pada setiap kwartal akan ada pertemuan untuk mendiskusikan isu-isu utama, termasuk keamanan daring, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental dan hak asasi manusia, selain itu juga melaporkan pengamatan dan memberikan rekomendasi mengenai isu-isu yang dibahas.

Latest