Monday, September 21, 2020
Home News Telco Beradu Layanan Para Operator di Masa Pandemi

Beradu Layanan Para Operator di Masa Pandemi

-

Jakarta, Selular.ID – Pandemi Covid 19 memberikan dampak cukup nyata, hampir semua sektor mengalami keterpurukan, begitu pun disektor pendidikan. Akibat pandemi, sekolah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Artinya, murid dan guru melakukan belajar dan mengajar di rumah secara online.

Dengan sistem belajar seperti ini, mereka membutuhkan paket data guna menopang aktivitas PJJ. Dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan pengadaan kuota internet gratis kepada siswa, guru.

Mengikuti anjuran Kemendikbud, sejumlah operator pun mulai memberikan sejumlah paket untuk PJJ yang cukup menggiurkan.

Tri Indonesia
Dalam mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan pengadaan kuota internet gratis kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen, Tri Indonesia menghadirkan benefit terbaru berupa total kuota 30GB. Kuota ini diberikan di bulan pertama khusus untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen, baik pelanggan lama maupun pelanggan baru Tri.

Kuota 30GB ini terdiri dari kuota 10GB yang bisa digunakan untuk mengakses semua aplikasi, dan kuota belajar 20GB yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi e-learning seperti Ruangguru, Edmodo, Zenius, dan Google Classroom, 24 jam selama 30 hari. Untuk mendapatkan kuota tersebut, pelanggan hanya perlu mengaktifkan dan mendaftarkan kartu 3 sebelum tanggal 31 Agustus 2020 melalui pendataan di sekolah ataupun universitas. Kuota 30GB dari 3 Indonesia akan diberikan saat bantuan kuota internet dari Kemendikbud telah diaktifkan.

Indosat Ooredoo
Indosat Ooredoo disebut-sebut menyediakan layanan-layanan telekomunikasi pendidikan antara lain:

Paket IMClass
Pelajar bisa memanfaatkan paket pintar sebesar 30GB untuk belajar online dan akses ke platform belajar online terpopuler di Asia Tenggara, RuangGuru, Quipper, Sekolahmu.com dan Rumah Belajar. IMClass juga memberikan bebas akses ke lebih dari 300 platform e-Learning dan situs resmi dari universitas-universitas di Indonesia.

Paket Pro Freedom Apps
Paket ini untuk partisipasi dalam Kelas Online tanpa khawatir kuota dengan gratis akses ke Cisco Webex, Zoom, dan Microsoft Teams.

XL Axiata
Masih dalam rangka melanjutkan komitmen untuk terus mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia dan mengatasi persoalan terkait akses internet yang dihadapi masyarakat, XL Axiata juga meluncurkan program khusus berupa paket internet gratis bagi pelajar dan mahasiswa. Program ini berupa paket internet khusus dengan kartu Axis, yang memungkinkan para pelajar dan mahasiswa mendapatkan kuota data gratis sebesar 30GB yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang paling disering digunakan di PJJ.

Paket ini disediakan khusus bagi pelajar dan pendidik dengan dukungan jangkauan luas dari jaringan data XL Axiata. Program khusus untuk pelajar melalui kartu Axis ini memberikan gratis akses internet selama dua bulan.

Dengan total kuota gratis sebesar 30GB, para pelajar dapat menggunakan paket ini untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan PJJ. Kuota sebanyak itu dibagi untuk dua paket, yaitu 15GB untuk Kuota Conference yang bisa untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai guru mengirimkan materi atau bahan pelajaran, serta mengirimkan tugas, yaitu Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, serta Google Classroom.

Selanjutnya, kuota 15GB lainnya merupakan Kuota Edukasi, yang bisa dipakai untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang menyediakan bahan pendukung pelajaran seperti Udemy, Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu. Kuota ini juga bisa dipergunakan untuk mendapatkan materi belajar yang disediakan Rumah Belajar Kemendikbud di website dan Spada Indonesia Kemendikbud.

Kuota ini juga bisa dipergunakan untuk mendapatkan materi belajar yang disediakan Rumah Belajar Kemendikbud di website dan Spada Indonesia Kemendikbud.

Telkomsel
Untuk belajar online, para siswa dan mahasiswa bisa menikmati paket Kuota Belajar, di mana pengguna akan mendapatkan paket data internet 10GB seharga Rp 10. Paket dana ini bisa digunakan untuk mengakses sejumlah situs belajar online dan layanan konferensi video.

Kuota ini bisa dinikmati hingga 31 Desember 2020. Paket Kuota Belajar dapat diakses khusus pengguna layanan prabayar Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#. Beberapa layanan yang bisa diakses dengan paket dana ini adalah Zoom, platform Zenius hingga Google Classroom.

Beberapa waktu lalu, Nizam, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dalam acara Virtual bersama XL Axiata mengungkapkan, kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami kendala dalam pembiayaan. Biaya dalam pemanfaatan teknologi ini menjadi concern. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini beban pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh.

Nizam juga mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia menginginkan seluruh insan perguruan tinggi bisa mendapatkan layanan semurah mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

Pihaknya sudah melakukan survei, bahwa rata-rata kebutuhan penggunaan data untuk pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli masyarakat untuk kuota di bawah Rp100.000, maka dari itu perlu disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa

Baca Juga :IM3 Ooredoo Hadirkan Paket IMClass 30GB Hanya Rp1 untuk Pembelajaran Online

Sementara Heru Sutadi Direktur Eksekutif ICT Institute melalui pesan singkat menuturkan, bahwa perang tarif sesungguhnya boleh saja dilakukan. Dan akan tergantung BRTI apakah ada masalah atau tidak jika tarif dijual di bawah cost.

Namun, Heru menyarankan bahwa saat ini operator tidak hanya memberikan harga murah, tetapi juga harus memperhatikan kualitas. Karena sejauh ini di beberapa wilayah belum didukung dengan sinyal yang memadai. di beberapa wilayah ada yang belum didukung sinyal, sinyal juga lambat. Hal Itu tentunya harus diimbangi dengan jaringan baru dan kecepatan di upgrade dengan teknologi baru.

“Melihat fenomena tarif yang diberikan operator dalam program PJJ sih sah-sah saja selama tidak melanggar aturan, yang harus dipertimbangakan saat ini kualitas jaringan. Percuma jor-joran kalau beberapa wilayah tidak dapat menikmati, karena sinyal tidak ada atau lambat,” tutup Heru.

Latest