Monday, September 21, 2020
Home Insight Realme Torehkan Nilai Positif di Q1 dan Q2 2020

Realme Torehkan Nilai Positif di Q1 dan Q2 2020

-

Jakarta, Selular.ID – Realme baru saja merilis laporan semester 1, terhitung sejak Q1 dan Q2 di 2020. Melalui laporannya, vendor smartphone asal China itu mencatatkan pertumbuhan positif.

Realme menunjukan pertumbuhan sebesar 11% pada Q2 2020, menjadikannya sebagai satu-satunya merek dengan hasil angka positif dua digit. Pada Q1, Counterpoint juga melaporkan bahwa Realme menjadi satu dari dua merek yang mencatat pertumbuhan positif dengan angka 157% year-on-year (YoY).

Perolehan itu mendorong Realme sebagai merek smartphone yang berkembang dengan cepat di dunia selama empat kuartal berturut-turut oleh Counterpoint.

Selain itu, menurut Counterpoint Research dan IDC yang didapat berdasarkan dari data angka penguna, Realme juga menggaet 15 juta pengguna baru di seluruh dunia pada paruh pertama tahun 2020.

Baca juga: Realme X3 Pro Dukung 65W Fast Charging?

Pada awal Mei tahun ini, jumlah pengguna global Realme melebihi 35 juta, kemudian meningkat dari 5 juta dalam dua bulan menjadi 40 juta pengguna hingga saat ini. Realme bahkan berencana untuk dapat meraih 100 juta penjualan smartphone-nya dalam 2 hingga 3 tahun kedepan.

“Berdiri sejak 2018, saat ini Realme telah memiliki 40 juta pengguna. Hal ini dikarenakan tim Realme yang terdiri dari individu – individu yang kuat, muda dan menyeluruh secara global. Dengan usia rata-rata 29 tahun, tim Realme menunjukkan bahwa mereka berani melompat ke depan dan membuktikan eksistensi kekuatan kaum muda di pasar yang kompetitif,” Li Bingzhong, CEO Realme, kepada Selular, Rabu (5/8).

Realme sendiri telah memasuki 27 negara di dunia. Hanya dalam setengah tahun, Realme melakukan ekspansi bisnis dengan cepat hingga saat ini mencapai 59 negara di luar Amerika Utara dan berada di peringkat lima besar di berbagai segmen pasarnya. Ini sejalan dengan komitmen Realme yang selalu melihat kebutuhan pasar, memiliki kemampuan pengembangan produk yang kuat dan model bisnis aset ringan, proses bisnis yang pendek serta berfokus pada e-commerce.

Latest