Wednesday, September 30, 2020
Home Tips Jaga Smartphone Android dengan 5 Pemeriksaan Ini

Jaga Smartphone Android dengan 5 Pemeriksaan Ini

-

Jakarta, Selular.ID – Saat ini, smartphone sudah begitu melekat dengan kehidupan. Pernagkat pintar itu banyak digunakan untuk menyimpan data, baik berupa foto, video, hingga sebuah sandi atau pin rekening bank pemilik. Ini sangat berbahaya jika diketahui orang lain.

Maka dari itu Kalian harus memahami dengan betul apa saja yang perlu dilakukan agar semua data pribadi tetap terjaga meski mengakses banyak aplikasi sekalipun. Tak perlu khawatir, karena perusahaan keamanan Kapersky memberikan lima pilar pemeriksaan keamanan regular yang dapat diterapkan untuk ponsel cerdas Android secara rutin.

1. Memeriksa Aplikasi

Mulailah dengan daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus apa pun aplikasi yang tidak digunakan.

Secara tidak langsung ini akan membantu mengosongkan ruang pada smartphone dan meningkatkan kinerja (memori tidak bekerja secara optimal pada kapasitas yang penuh). Bisa juga meningkatkan masa pakai baterai jika beberapa aplikasi yang tidak terpakai dihapus. Kalian juga terhindar dari target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel.

Bahkan program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi. Semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.

2. Memeriksa Izin Aplikasi

Sebagai aturan utama, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda, maka akan semakin banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian dan keramahan pengguna.

Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas. Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin. Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi dengan baik atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat menerbitkannya kembali.

Baca juga: Normal Baru, Ini Tips Mengelola Keuangan untuk Para UMKM

3. Memeriksa Pembaruan

Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi pengguna dari serangan. Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Kalian dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.

Dengan memeriksa pembaruan secara manual, Anda bisa mendapatkannya sebelum ponsel cerdas menginstalnya selama pembaruan otomatis berikutnya. Itu berarti perlindungan dini terhadap bahaya potensial.

4. Melakukan Pemindaian Dengan Perangkat Lunak Antivirus

Google Play memiliki antivirusnya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah ke toko resmi. Dengan kata lain, jika Kalian mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Berbeda cerita jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk memindai konten ponsel cerdas secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.

Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Ini paling baik dilakukan setelah menginstal setiap aplikasi baru, atau setelah pembaruan. Jika khawatir melewatkannya, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang Anda tetapkan, misalnya, dalam versi berbayar Kaspersky Security Cloud for Android.

5. Memeriksa Kebocoran Data

Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Dan, sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum. Jika, misalnya kata sandi atau nomor kartu bank jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber, Kalian mungkin menjadi korban penipuan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran. Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka; dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita TI seperti threatpost(dot)com.

Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah tentang perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan. Untuk meminimalkan hal yang tidak perlu, Anda dapat kembali menggunakan solusi keamanan tambahan.

Latest