Wednesday, May 27, 2020
Home News Feature Kuasai Indonesia dan India, BBK Group Semakin Digdaya

Kuasai Indonesia dan India, BBK Group Semakin Digdaya

-

Jakarta, Selular.ID – Dibandingkan Eropa dan Amerika Utara yang terbilang mature, kawasan Asia Pasifik menyimpan potensi pasar perangkat mobile paling besar. GSM Association memprediksi jumlah pengguna komunikasi lewat perangkat mobile di Asia Pasifik mencapai 3,1 miliar pengguna pada 2020.

Indonesia disebut akan menjadi kunci pertumbuhan layanan mobile di kawasan tersebut. Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu dari empat negara dengan pasar terbesar dalam hal pengguna terbanyak.

Tiga negara lain adalah China, India, dan Jepang. Jumlah pengguna dari empat negara itu sudah mencakup lebih dari tiga perempat dari total pengguna di kawasan Asia Pasifik.

Dengan potensi yang sangat besar itu, tak heran jika vendor-vendor smartphone terus mempercepat mesin ekspansi, seperti ditujukan oleh merek-merek smartphone di bawah naungan BBK Electronics Corp.

Hasilnya pun terbilang spektakuler, karena dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek tersebut, semakin diminati konsumen di banyak negara Asia Pasifik, terutama India dan Indonesia.

Strategi yang konsisten dari sisi harga, produk, promosi dan distribusi, membuat perolehan market share brand-brand itu naik signifikan dari tahun ke tahun. Hal itu menjadi pertanda bahwa dominasi para pemain lama perlahan mulai tergantikan oleh mereka.

Oppo misalnya kini menjadi penguasa pasar di Indonesia. Oppo pertama kali mengambil alih posisi puncak dari Samsung pada kuartal ketiga 2019. Padahal sebelumnya dominasi Samsung seperti tak tergoyahkan sejak mengkudeta Blackberry pada pertengahan 2012.

Laporan kuartal ketiga 2019 dari lembaga riset IDC, memperlihatkan perubahan yang signifikan dalam daftar Top 5 vendor smartphone di Indonesia. Sepanjang periode Juli-September, brand-brand China semakin merangsek ke posisi puncak. Samsung bahkan terjungkal ke posisi ketiga digeser Vivo.

Dalam daftar tersebut, lima vendor teratas masing-masing Oppo (26,2%), Vivo (22,8%), Samsung (19,4%), Realme (12,6%), dan Xiaomi (12,5%).

Tak hanya mengantarkan Oppo dan Vivo di posisi elit, BBK Electronics juga sukses menempatkan Realme di posisi keempat menggeser Xiaomi. Padahal kehadiran Realme masih terbilang singkat. Vendor yang sebelumnya merupakan sub brand dari Oppo itu, baru mengekspansi pasar Indonesia pada November 2018.

Artinya, hanya dalam tempo satu tahun, Realme sukses menjadi game changer. Mempecundangi brand-brand lain yang sudah kelotokan, terutama rival terdekatnya, Xiaomi yang sebelumnya menjadi kuda hitam pasar smartphone Indonesia.

Sukses menekuk pasar Indonesia, imperium bisnis BBK Electronics juga semakin kuat di India. Seperti halnya Indonesia, Samsung juga tak mampu menahan gempuran brand-brand smartphone di bawah BBK Group. Jika di Indonesia Oppo mampu mempecundangi Samsung, di negeri Sharukh Khan itu, Vivo yang menjadi protagonist.

Dalam laporan yang dikeluarkan pada akhir Januari 2020, Counterpoint menyebutkan Vendor yang berbasis di Shenzen itu, menciptakan sejarah dengan meraih tempat kedua di pasar ponsel pintar India untuk pertama kalinya pada kuartal keempat 2019.

Menurut kajian Counterpoint, Vivo meraih 21% pangsa pasar untuk mencapai tempat kedua, menggusur Samsung yang merosot ke tempat ketiga dengan 19%. Sementara Xiaomi kukuh bertengger di posisi puncak dengan 27% market share.

Oppo dan Realme adalah pemain lain dalam daftar 5 teratas, dengan perolehan masing 12% dan 8% pangsa pasar.

Laporan Counterpoint diperkuat oleh Canalys. Dalam kajian terbaru yang dipaparkan pada 28 April 2020, Canalys mengungkapkan bahwa Vivo mengirimkan lebih banyak smartphone di India dibandingkan Samsung pada kuartal pertama 2020.

Penjualan vendor yang identik dengan warna biru itu, dua kali lipat tahun-ke-tahun menjadi 6,7 juta unit, hampir 20% dari pasar. Pencapaian itu melambungkan Vivo ke tempat kedua. Sementara penghuni Top2 sebelummya, Samsung, merosot hampir 14% dibandingkan dengan Q1 tahun 2019 karena hanya mampu mengirimkan 6,3 juta unit.

Xiaomi tetap menjadi pemimpin pasar dengan ponsel 10,3 juta unit dikirimkan dan pangsa pasar 30%. Vendor termuda Realme mengirim ponsel 3,9 juta unit, yang merupakan peningkatan 200% dari tahun lalu. Di posisi kelima, Oppo mampu mengirimkan 3,5 juta unit dan menyegel 10,4% pangsa pasar.

Menurut Analis Canalys untuk pasar India, Madhumita Chaudhary, salah satu keberhasilan Vivo adalah karena keputusan perusahaan menjadi sponsor utama Liga Premier India, liga kriket Twenty20 yang sangat populer yang berlangsung setiap musim semi.

Namun saat ini liga kriket itu ditunda demi menghentikan penyebaran virus corona. Karena wabah mematikan itu, banyak persediaan Vivo terhenti dan produsen harus berjuang mempertahankan kinerja yang baik ketika Lockdown dicabut, agar bisa tetap menempati posisi barunya.

Lampu Merah Samsung

Seperti halnya Indonesia, Samsung sebelumnya juga menjadi penguasa pasar di India. Selama bertahun-tahun, raksasa Korea itu mendikte pasar negeri anak benua itu. Namun hanya dalam waktu lima tahun terakhir, agresifitas vendor-vendor China mulai menggoyahkan dominasi Samsung.

Seperti yang ditunjukkan oleh Xiaomi. Vendor yang identik dengan warna orange itu dengan cepat melejit di pasar. Strategi harga murah, namun dengan spesifikasi menawan, membuat masyarakat India dengan cepat berpaling ke Xiaomi.

Puncaknya pada akhir 2018, untuk pertama kalinya Samsung harus merelakan takhta sebagai penguasa pasar yang telah digenggam sejak 2012, berpindah ke tangan Xiaomi. Padahal kehadiran Xioami belum terhitung lama. Vendor baru mengekspansi pasar India pada akhir 2014.

Sebagai brand yang sudah mengakar di India, tentu saja Samsung masih memiliki basis pasar dan jalur distribusi yang kuat di negara Hindustan itu. Selain itu, Samsung juga memiliki fasilitas manufaktur terbesar di dunia yang dibangun di pinggiran New Delhi.

Meski demikian, posisi tiga besar yang dihuni Samsung juga terbilang rawan, karena dua vendor BBK Group, Realme dan Oppo, tepat berada di belakangnya.

Hal ini menandakan Samsung harus lebih berhati-hati, jika tak ingin terpeleset dan terlempar dari posisi lima besar. Seperti yang dialami kompatriotnya, LG yang sudah tak lagi bersuara di pasar India. Apalagi pamor Samsung di segmen premium, juga sudah meredup karena animo yang kuat konsumen terhadap Apple dan OnePlus.

Sesuai laporan Counterpoint dan Canalys itu, dapat disimpulkan bahwa pasar smartphone India saat ini sudah dikendalikan oleh merek-merek di bawah BBK Electronics. Vivo, Realme dan Oppo.

Jika penjualan ketiganya digabungkan, konglomerat China yang juga memiliki OnePlus itu – akan dengan mudah mengambil tempat nomor satu dengan lebih dari 40% pangsa pasar.

Sejauh ini India menyumbang sepertiga untuk bisnis global OnePlus di luar pasar asal China. Saat ini, 70% dari keseluruhan bisnis OnePlus masih berasal dari luar China.

Menurut Counterpoint Research, pada kuartal ketiga hingga September 2019, 35% dari semua smartphone premium yang dijual di India adalah milik OnePlus. Vendor ini mencatat pertumbuhan penjualan tahun-ke-tahun sebesar 95% selama kuartal tersebut.

TERBARU

Samsung Umumkan Chip Exynos 880 dengan Modem 5G Bawaan

Jakarta, Selular.ID - Mengekor Qualcomm dan MediaTek yang lebih dulu memperkenalkan chipset 5G kelas...

Smartphone 5G Redmi 10X Dirilis Terjangkau

Jakarta, Selular.ID - Sub-brand Xiaomi, Redmi, meluncurkan tiga ponsel terbaru di seri 10X, yakni...

Vivo Y70s 5G Melenggang Dengan Chip Samsung

Jakarta, Selular.ID - Pasar smartphone 5G di kelas menengah semakin kompetitif. Setiap hari perangkat...

Latest