spot_img
BerandaNewsMarket UpdateSetelah Anjlok Tajam, Permintaan Smartphone 5G Berangsur Pulih

Setelah Anjlok Tajam, Permintaan Smartphone 5G Berangsur Pulih

-

Jakarta, Selular.ID – Pengiriman smartphone 5G di China selama Maret menunjukkan tanda-tanda pemulihan, setelah penurunan tajam pada Februari lalu. Demikian data yang diungkap oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT).

Setelah berakhirnya kebijakan lockdown selama wabah puncak Covid-19 (coronavirus) dan toko-toko dibuka kembali, pengiriman smartphone 5G mencapai 6,21 juta unit bulan lalu dibandingkan dengan 2,38 juta pada Februari.

Terlepas dari dampak negatif dari pandemi, pengiriman Q1 mencapai 14,06 juta unit, melampaui total 13,8 juta di seluruh 2019. Vendor meluncurkan 43 model 5G pada kuartal terakhir dibandingkan dengan 35 pada 2019.

Sebelum wabah corona menyebar ke seluruh negeri, pasar smartphone 5G mulai bergairah setelah tiga operator utama negara itu meluncurkan teknologi mobile generasi berikutnya pada 31 Oktober 2019.

Tercatat pengiriman peranti 5G di negara itu berlipat dua bulan ke bulan di November 2019 menjadi 5,1 juta. Permintaan semakin melonjak, yakni 5,4 juta dikirimkan pada Desember 2019 dan 5,5 juta pada Januari.

Sebelumnya para vendor smartphone mulai merilis model 5G di China pada bulan Agustus setelah batch pertama dari smartphone diberikan sertifikat kualitas.
Pada kuartal pertama, model 5G menyumbang 29,5 persen dari total pengiriman smartphone 47,7 juta unit, dengan yang terakhir turun 34,7 persen tahun-ke-tahun.

Huawei, vendor terbesar di negeri Tirai Bambu, mengatakan kepada media lokal bahwa pendapatan handset mereka meningkat di Q1 pada Maret setelah mengalami pelemahan permintaan pada bulan sebelumnya, meskipun tidak keluar angka 5G.

Ditambahkan oleh CAICT, operator-operator utama juga China sudah merilis jumlah pelanggan pada akhir Februari lalu. China Mobile memiliki 15,4 juta dan China Telecom 10,7 juta. China Unicom tidak merilis angka.

Baca juga :  Spesifikasi Andal, Strategi Jitu Infinix Bersaing di Pasar Laptop Indonesia

Sebelumnya pada akhir Januari lalu, lembaga riset terkemuka Strategy Analytics memperingatkan wabah penyakit pernapasan Coronavirus dapat berdampak pada pertumbuhan pengiriman smartphone 5G pada paruh pertama 2020.

Neil Mawston, Direktur Eksekutif Strategy Analytics, mencatat model yang akan datang dari Apple dan merek-merek terkemuka lainnya ditetapkan untuk menjadikan 5G, merupakan “bagian terpanas dari pasar ponsel cerdas di seluruh dunia tahun ini”.

Namun ia mencatat pembatasan baru-baru ini pada perdagangan di pasar terkemuka China “mungkin dapat menyebabkan perlambatan ”dalam penawaran dan permintaan di seluruh Asia selama semester pertama 2020.

Baca juga :  Pecah Telor! Realme Raih Brand Smartphone #6 Dunia

“Pemain industri harus siap menghadapi penjualan 5G yang bergelombang di beberapa pasar”, ujar Neil.

Strategy Analytics mengeluarkan peringatannya karena mengungkapkan pengiriman smartphone 5G mencapai 18,7 juta unit pada 2019.

Huawei memimpin, dengan pengiriman 6,9 juta unit memberinya 36,9 persen pangsa pasar. Namun karena pembatasan perdagangan AS, hampir semua bisnisnya berada di China.

Samsung berada di peringkat kedua pada pengiriman 6,7 juta unit, dengan pangsa 35,8 persen, diikuti oleh Vivo pada 2 juta unit, Xiaomi (1,2 juta) dan LG Electronics (900.000).

Strategy Analytics mengatakan China dan Korea Selatan adalah pembeli terbesar smartphone 5G pada 2019, dengan AS dan Eropa “tertinggal di belakang Asia”. Dikatakan dua kawasan terakhir bisa menutup kesenjangan penjualan di akhir 2020 mendatang.

spot_img

Artikel Terbaru