Friday, May 29, 2020
Home News Tren AI dan IoT Dorong Perusahaan Bertransformasi Digital

Tren AI dan IoT Dorong Perusahaan Bertransformasi Digital

-

Jakarta, Selular.ID – Selama ini masyarakat menilai jika AI dan IoT adalah satu hal yang berbeda. Namun ternyata, AI dan IoT bisa padukan dan menjadi tren yang akan berkembang dengan pesat di masa depan termasuk bagi perusahaan.

Kasubdit Direktorat Standardisasi Teknologi Informasi, Andi Faisa Achmad mengatakan jika Indonesia merupakan negara yang potensial dengan ekosistem IoT. Ekosistem tersebut diprediksi akan tumbuh cepat di Indonesia didukung oleh berbagai pilihan teknologi.

“Pada 2025, Internet of Things diprediksi akan memberikan dampak terhadap produktivitas sebesar USD121,4 miliar di dunia. Angka ini akan didominasi paling besar pada industrial seperti manufaktur, retail, transport yang ada di tiga besar dengan kontribusi terbesar,” ujar Andi Faisa, dalam workshop ‘Trend AI dan IoT di Indonesia’ yang diinisiasi Forum Wartawan Teknologi Indonesia di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (10/3).

Oleh karena itu, kemenkominfo mencoba untuk memberikan dukungan dalam bentuk regulasi. Sehingga, bisa lebih cepat diimplementasi dan menjadi enabler bagi perkembangan IoT dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di setiap sektor.

Baca juga: Jadi Perusahaan Digital Telkomsel Rambah IoT

Kemenkominfo pun sadar bahwa IoT akan menjadi revenue baru bagi operator di masa depan. Ini juga yang menjadi penyebab Telkomsel makin berminat untuk bertransformasi menjadi perusahaan digital, bukan lagi dikenal sebagai penyedia layanan seluler.

“Di sini ada aplikasi digital yang menggantikan. Itu buat kami mau tidak mau harus diversifikasi usaha, bertransformasi ke arah yang sedang tren, salah satunya IoT,” ujar Arief Teguh Hermawan, General Manager Fleet Management Telkomsel.

Dia juga mengatakan jika potensi bisnis IoT sangat besar. Saat ini saja revenuenya sudah mencapai US$30 juta. Memang masih kecil dibanding revenue dari legacy business, namun potensinya luas.

Transformasi bisnis ini juga yang telah menjadi concern Tokopedia. Perusahaan itu kini tak mau lagi dikenal sebagai platform e-commerce namun sebagai perusahaan teknologi. Mereka merupakan e-commerce pertama yang mengimplementasikan costumer service digital berbasis asisten virtual.

Selain itu, Tokopedia juga punya fintech dan payment, logistik dan fullfilment. Disisi lain, 3 DNA yang salah satunya focus on consumer diklaim perusahaan bisa mendorong perusahaan menjadi AI First company.

“Tokped sudah bisa menganalisa kebiasaan konsumen sehingga bisa memberikan saran/rekomendasi barang. Ada juga Smart Warehouse atau toko cabang pertama menerapkan digital base costumer service. Awalnya kami menggunakan chatbot, sekarang AI dan kamu juga punya media intelligence untuk monitoring media,” ungkap Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia.

Baca juga: Punya Pangsa Pasar Besar, Oppo Serius kembangkan Produk AI dan IoT

Oppo pun tak mau kalah. Produsen smartphone kini menjadi brand teknologi dengan mengembangkan AI dan IoT. Hal ini karena pasar AI juga besar. Buktinya, perangkat kamera AI dengan kisaran harga Rp3 juta atau Rp5 jutaan berkontribusi 20 persen dari penjualan semua perangkat.

“Fokus teknologi kami ada 3, yakni AI, IoT dan 5G. Untuk itu kami telah mempersiapkan invetasi sampai USD1,43 miliar yang sudah dimulai sejak 2018. Kalau urusan AI, Oppo sudah memiliki nama karena sejak 2017 kami selalu mengeluarkan smartphone dengan kamera berbasis AI. Mulai dari Oppo F5,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto.

Perangkat berbasis AI dan Iot ini bisa menimbulkan efisiensi di segala bidang, tentunya dengan kerja sama penyedia jaringan, perusahaan teknologi dan penyedia perangkat. Dan tidak kalah penting adalah peran pemerintah sebagai penyedia regulasi

TERBARU

iPhone 11 Jadi Smartphone Terlaris Dunia pada Q1 2020

Jakarta, Selular.ID - Apple bisa dibilang tepat mengambil keputusan untuk merilis iPhone 11 pada...

GoCar Pasang Sekat Pelindung di Era New Normal

Jakarta, Selular. ID - Gojek meningkatkan protokol kesehatan dan standar higienitas guna membantu masyarakat...

Siap Beri Pinjaman Bunga Rendah, Julo Kantongi Izin OJK

Jakarta, Selular.ID - Di tengah maraknya penutupan perusahaan fintech ilegal di tengah suasana pandemi...

Latest