Thursday, April 2, 2020
Home News Ancaman Malware di Mac Kian Meningkat

Ancaman Malware di Mac Kian Meningkat

-

Jakarta, Selular.ID – Dalam laporan bertajuk State of Malware Report 2020 dari Malwarebytes mengatakan volume ancaman malware Mac meningkat setiap tahunnya lebih dari 400 persen.

Laporan terbaru dari perusahaan tersebut mengatakan untuk pertama kalinya tingkat ancaman malware di Mac lebih tinggi daripada di Windows. Laporan ini tentu cukup mengejutkan, mengingat selama ini PC berbasis Windows yang lebih rentan terhadap virus dan lainnya.

Hal ini diduga karena pangsa pasar Mac makin tinggi. Semakin banyak orang menggunakan komputer Apple, semakin banyak juga pelaku kejahatan siber yang menargetkan Mac.

Dilaporkan MacRumour, perusahaan mendeteksi pada 2019 lalu, perusahaan mendeteksi rata-rata 11 ancaman per satu endpoint di Mac–naik dari 4,8 pada 2018. Di perangkat Windows, rata-rata hanya ada 5,8 ancaman endpoint.

Sebelumnya juga Kaspersky melaporkan, kendati MacOs secara umum menjadi software yang cukup aman bagi penggunanya. Namun ternyata bukan berarti penggunanya terbebas dari dari serangan Malware.

Berdasarkan laporan Kaspersky, masih ada pelaku kejahatan siber yang mencoba peruntungannya untuk mendapat profit dari pengguna macOS melalui serangan Shlayer, keluarga malware Trojan.

Baca Juga :MacOs Jadi Incaran Serangan Malware Shlayer

Penyebaran Shlayer salah satunya, dilaporkan, diantara semua serangan pada perangkat macOS yang menggunakan produk Kaspersky pada periode Januari hingga November 2019 sudah berjumlah hampir sepertiga (29,28%), dengan hampir semua ancaman macOS 10 besar di antaranya adalah adware yang dipasang oleh Shlayer: AdWare.OSX.Bnodlero, AdWare. OSX.Geonei, AdWare.OSX.Pirrit dan AdWare.OSX.Cimpli.

Kaspersky pun mendeteksi serangan MacOS Shlayer terhadap pengguna Kaspersky di Asia Tenggara. Indonesia menempati peringkat teratas di antara negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah deteksi 16,7%, diikuti oleh Filipina 15,8% dan Malaysia 14,6%. Thailand berada di peringkat ke-4 di dengan jumlah 10,3%, diikuti oleh Vietnam pada 9,6%. Singapura hadir dengan ancaman paling sedikit 6%.

Latest