Friday, April 10, 2020
Home Apps Tarif Grabcar Elektrik Lebih Mahal Ketimbang Grabcar Biasa

Tarif Grabcar Elektrik Lebih Mahal Ketimbang Grabcar Biasa

-

Banten, Selular.ID – Grabcar Elektrik yang merupakan kerjasama Hyundai, dipastikan memiliki tarif lebih mahal dibandingkan taksi daring yang menggunakan bahan bakar konfensional.

Ridzki Kramadibrata, Presiden Grab Indonesia, mengatakan tentu ada perbedaan tarif, antara tarif Grabcar menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta yang menggunakan bahan bakar konvensional dengan yang elektrik.

“Perbedaannya bisa mencapai 10 sampai 15 persen,” kata Ridzki di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, (27/01/2020).

Misalnya untuk Grabcar berbahan bakar BBM bertarif Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilometer, maka perbedaan tarif perkilometernya diperkirakan mencapai Rp17 ribu sampai Rp22.500 dengan Grabcar Elektrik.

Untuk tahap awal juga, pengoperasian Grabcar Elektrik ini hanya bisa dipesan di Bandara Internasional Soekarno Hatta terlebih dulu, dengan berbagai tujuan Jabodetabek. Sebab, menurut Ridzki, potensi pasar di Bandara Soetta sangatlah besar dan apapun produk Grab yang bermula dari Bandara Soetta, dinilai memiliki banyak peminat.

Perlu diketahui, berdasarkan peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2019 tentang Akselerasi Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, pemerintah berupaya untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Seperti dikatakan Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, kendaraan listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas yang mengusung konsep smart cities, dan di saat yang bersamaan juga lebih ramah lingkungan dan minim biaya pengelolaannya.

Baca Juga :GrabCar Airport Hadir di Bandar Udara Internasional Makassar

“Saya mengapresiasi dukungan pihak swasta seperti Grab dan Hyundai. Dengan hadirnya GrabCar Elektrik hari ini, kita selangkah lebih maju lagi untuk bersama-sama mencapai target menghadirkan 2 juta unit EV di Indonesia,” jelas Budi, disela-sela peluncuran Grabcar Elektrik, di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang Banten.

Sementara Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, menambahkan, kendaraan listrik adalah bisnis masa depan. Ini semakin menunjukkan ekosistem investasi Indonesia yang kondusif. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk memajukan industri baterai mobil listrik dalam negeri dengan menggunakan cadangan nikel yang berlimpah di Indonesia.

TERBARU

Menilik Lebih Dalam Kemampuan Kamera Oppo Find X2 Series...

Jakarta, Selular.ID - Besaran Megapiksel tak selalu menjadi tolak ukur kualitas kamera, melainkan ada...

Huawei Mempertimbangkan Chipset 5G dari Samsung dan MediaTek

Jakarta, Selular.ID - Larangan perdagangan antara Huawei dan AS mempengaruhi kedua belah pihak. Banyak...

Gegara Virus Corona, iPhone 11 Didiskon Gede-gedean

Jakarta, Selular.ID – Saat virus corona menyebar cepat ke berbagai negara, China yang merupakan...

Latest