Tuesday, February 18, 2020
Home Apps Merger Facebook dan WhatsApp Seharusnya Tidak Dibolehkan

Merger Facebook dan WhatsApp Seharusnya Tidak Dibolehkan

-

Jakarta, Selular.ID – Akuisisi WhatsApp oleh Facebook senilai US$ 22 miliar atau sekitar Rp 308 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) pada 2014 seharusnya tidak pernah terjadi.

Hal tersebut menurut Regulator kompetisi dagang Prancis, Autorite de la Concurrence (French Competition Authority), Isabelle de Silvva, Presiden Autorite de la Concurrence, menuturkan  kesepakatan seperti merger Facebook-WhatsApp seharusnya tidak dibolehkan

Seperti diaporkan Reuters, De Silva melihat terjadi pergeseran praktik yang saat ini lebih sering terjadi dibandingkan dulu, yakni pengumpulan dan eksploitasi data. ÎInilah yang menyebabkan pemain seperti Facebook dan Google memiliki nilai.

Menurutnya, yang membuat Facebook sukses sekarang bukan hanya mereka membeli WhatsApp dan Instagram, tapi juga agregasi komunitas pengguna melalui penggabungan tiga komunitas yang sebelumnya terpisah.

Saat ini, salah satu fokus pemerintah negara-negara di Eropa adalah globalisasi dan digitalisasi, tren yang memacu keberhasilan perusahaan AS seperti Facebook, Google (milik Alphabet), dan Amazon.

De Silva juga baru-baru ini juga membentuk unit digital khusus di dalam badan pengawas ini, mengikuti langkah yang dilakukan Komisi Perdagangan Federal AS.

“Apa yang membuat Facebook sukses hari ini bukan hanya fakta bahwa mereka telah membeli WhatsApp dan Instagram, tetapi juga telah mampu mengumpulkan komunitas pengguna ini dengan menggabungkan tiga komunitas yang sebelumnya terpisah,” katanya.

Perusahaan-perusahaan Eropa memang tengah menghadapi dominasi yang meningkat dari perusahaan AS dan perusahaan China di bisnis media sosial, pencarian online, dan e-commerce.

Baca Juga :Facebook Batal Selipkan Iklan di WhatsApp

Pemerintahan Emmanuel Macron, kini berada di garis depan dalam upaya Eropa meningkatkan pengawasan dan penarikan pajak dari platform digital.

Badan pengawas antimonopoli Prancis, yang baru-baru ini mendenda mesin pencari Google 150 juta euro (US$ 167 juta) untuk aturan periklanan buram, akan mengambil bagian dalam perombakan peraturan yang dipimpin oleh komisioner Margrethe Vestager.

Latest