Monday, January 20, 2020
Home News Telco Outlook Bos GDP Venture Nilai Program 1000 Start Up Hanya 'Latah'

Bos GDP Venture Nilai Program 1000 Start Up Hanya ‘Latah’

-

Jakarta, Selular.ID – Menuju ekonomi digital, start up semakin banyak menjamur. Hal ini diklaim sebagai pertanda berkembangnya ekonomi digital itu sendiri.

Adapun, mengutip dari Startupranking.com, Indonesia menempati urutan keenam dunia dengan jumlah 1.902 startup, setelah AS, India, Inggris, Kanada, dan Jerman. Merespon hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung program 1000 startup setiap tahunnya.

Namun, program ini dinilai hanya latah oleh Danny Oei Wirianto selaku CMO GDP Venture. Menurutnya, terlalu banyak startup justru bisa menjadi ‘Sampah’.

“Sama halnya dengan program 1000 startup, untuk apa bikin yang baru kalau nantinya juga menjadi sampah,” ujarnya, pada acara Telco Outlook 2020, Senin (2/12).

Baca juga: Dorong Penerapan 5G di Indonesia, XL Siap Konsolidasi

Adapun, Danny merujuk kepada industri Apple dan Samsung. Menurut Danny, Apple dinilai tepat dengan terus mengembangkan fitur-fitur yang ada dalam ponselnya, dibanding Samsung yang terus menciptakan fitur baru.

“Menciptakan memang mudah, mempertahankannya yang sangat sulit,” ujarnya.

Meski begitu, Danny mengungkapkan pemerintah sebaiknya mengambil langkah untuk memberikan insentif kepada startup yang dinilai potensial. Pasalnya, Danny menyebut banyak startup yang memiliki keterbatasan dalam biaya.

“Mending satu terus dikasih insentif,” paparnya.

Ucapan Bos GDP Venture ini sejalan dengan langkah yang telah diambil GDP Venture. Adapun saat ini telah menyuntikan dana ke Decacorn seperti Gojek, serta Blibli.com.

Latest