Sunday, December 8, 2019
Home News 5G Perlu Aturan yang Progresif

5G Perlu Aturan yang Progresif

-

Jakarta, Selular.ID – Kementarian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan tidak ingin tergesa-gesa dalam menghadirkan jaringan 5G di Indonesia mengingat banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum teknologi seluar generasi kelima tersebut diimplementasikan. beberapa hal yang perlu disiapkan diantaranya ekosistem 5G itu sendiri dan juga aturan yang memayunginya.

Hal tersebut diamini oleh operator selular seperti yang dibahas dalam acara Telco Outlook 2020 di Jakarta (2/12/2019). Heri Supriyadi, Acting CEO Telkomsel meyampaikan jika terlalu dini menghadirkan teknologi 5G ke Indonesia, operator selular bisa saja menderita dikarenakan use case-nya masih belum cukup.

“Yang perlu dipikirkan adalah kesiapan pasarnya, kalau terlalu cepat bisa menderita juga operator karena use case-nya tidak cukup untuk membayar spektrum fee dan sebagainya,” ungkap Heri.

Lebih lanjut disampaikan Heri, perlu ada pemerintah dalam menghadirkan teknologi 5G di Indonesia dengan menyediakan aturan yang lebih progresif seperti aturan pay as you grow untuk biaya spektrum sebagai isentif bagi operator yang menghadirkan 5G.

“Insentifnya bisa seperti itu untuk operator karena ini kan kepentingan nasional, monetisenya nanti bisa dari pajak jika perusahaan itu sehat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bhima Yudistria, Pengamat Ekonomi dari INDEF menyampaikan saat ini pemerintah dalam hal ini BKPM sedang membuat daftar kebutuhan investasi apa saja dan insentif apa saja yang dibutuhkan.

“Karena kebutuhan spesifik industrinya berubah, bukan hanya kita perlu insentif pajak tapi insentif pajak yang sebelah mana yang kira-kra mendukung transisi ke 5G yang win-win baik agi industri maupun pemerintah. Kita perlu ada kajian yang serius terhadap usulan dari asosiasi industri berkaitan dengan jenis insentif apa yang dibutuhkan,” jelasnya.

Latest