Saturday, December 14, 2019
Home News Social Media Iklan Politik Dilarang Eksis di Twitter

Iklan Politik Dilarang Eksis di Twitter

-

Jakarta, Selular.ID – Twitter akan melarang iklan politik di platformnya mulai bulan ini. Hal tersebut disampaikan kepala eksekutif perusahaan baru-baru ini. Penghentian ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran informasi palsu dari para pelaku politik di media sosial.

Dilaporkan Reuters, sikap Twitter ini tentunya bertolak belakang dengan Facebook, pasalnya Facebook masih mengijinkan memuat iklan politik, dengan sejumlah syarat. Berbeda halnya dengan Twitter yang kini melarang penuh keberadaan iklan tersebut dalam platform media sosial besutannya.

Jack Dorsey, CEO Twitter menuturkan,
bahwa Twitter telah membuat keputusan untuk menghentikan semua iklan politik di Twitter secara global, Twitter percaya jangkauan pesan politik harus diperoleh, bukan dibeli.

Analis tidak mengharapkan larangan itu, yang mulai berlaku pada 22 November, alasannya itu mengurangi bisnis Twitter. Dan keputusan tersebut membuat sahamnya turun 1,9 persen dalam perdagangan.

Namun Dorsey pun memiliki alasan menanggapi keputusan tersebut, melalui akun Twitternya, selama ini penyebaran iklan melalui internet memang sangat efektif bagi para pengiklan.

Oleh karena itu hal tersebut membawa risiko yang besar ketika digunakan dalam konteks politik. Menurut Dorsey, iklan politik bisa mempengaruhi pilihan yang kemudian berpengaruh pada kehidupan jutaan orang.

Tidak hanya itu, dikatakan Dorsey seperti ditulis dalam Twitter, bahwa membayar untuk iklan memaksa “menargetkan pesan-pesan politik pada orang-orang” dengan kekuatan yang “membawa risiko signifikan bagi politik, di mana dapat digunakan untuk memengaruhi suara untuk mempengaruhi kehidupan jutaan orang.

Sementara David Herrmann, Presiden Hermann Digital LLC, media independen yang berbasis di Los Angeles yang bekerja dengan merek langsung ke konsumen, mengatakan ia tidak setuju dengan gagasan pelarangan iklan politik di jaringan apa pun, termasuk Twitter.

Baca Juga :Twitter: Perbincangan Belanja Meningkat 2x Lipat Selama Harbolnas

“Melarang iklan politik tidak merusak kampanye presiden, itu menyakiti politik lokal yang bergantung pada jangkauan dari iklan berbayar,”kata Herrmann.

Keputusan ini diambil setelah Facebook, Twitter, dan YouTube mendapat teguran dari calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Biden merasa dirugikan atas iklan-iklan politik yang ditayangkan oleh Facebook. Iklan tersebut dianggap memuat informasi yang salah dan tidak berdasar mengenai hubungan keluarga Biden dengan pemerintah Ukraina.

Iklan politik itu diduga dipasang oleh tim kampanye Donald Trump yang ingin menjatuhkan kredibilitas Biden.

Latest