Wednesday, November 13, 2019
Home News Feature Menakar Peluang Wahyu Sakti Trenggono Sebagai Menkominfo

Menakar Peluang Wahyu Sakti Trenggono Sebagai Menkominfo

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah resmi dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2019, Jokowi menjanjikan pengumuman menteri-menteri yang akan duduk di Kabinet Kerja Jilid II dilakukan pada Rabu (23/10/2019).

Sejauh ini sudah beredar banyak nama yang disebut-sebut akan masuk dalam daftar kabinet baru itu. Dalam grup WA yang berseliweran, kita melihat nama-nama tenar yang diisukan menjadi pembantu presiden dalam mengarungi masa kerja pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.

Tentu saja kabar yang banyak beredar belakangan itu, tak bisa kita anggap sebagai informasi valid. Apalagi, jika kompetensi sang calon terlihat jauh panggang dari api dengan kementerian yang akan ditukangi. Bisa dipastikan itu adalah hoax.

Meski demikian, dari beberapa nama tersebut, ada beberapa yang layak masuk dalam radar Jokowi. Salah satunya adalah Wahyu Sakti Trenggono (WST).

Mas Treng, sapaan WST disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sebagai Menkominfo. Ia sebelumya merupakan Bendahara Tim Kampanye Nasional Pemenangan Jokowi Maruf Amin.

Kedekatan WST dengan Jokowi memang telah terjalin sejak lama. Ia merupakan pendukung Jokowi sejak di Solo sampai maju Pilgub DKI.

Saat Jokowi-JK menang pada Pilpres 2014 lalu, WST merupakan Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Kantor Transisi Jokowi-JK.

Meski dikenal sebagai pebisnis ulung, dunia politik sesungguhnya bukan barang baru bagi WST. Sebelumnya, pendiri PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama ini, pernah menjadi Bendahara PAN periode 2009-2014 saat ketua umum partai itu dijabat Hatta Rajasa. Namun sekitar 2013, WST mengundurkan diri.

Saat ini WST menjadi Komisaris PT Solusindo Kreasi Pratama. Perusahaan ini membawahi PT Tower Bersama Infrastruktur, penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 14.000 BTS. Itu sebabnya, dalam industri telekomunikasi, ia dikenal sebagai raja menara.

Jika kelak terpilih sebagai menkominfo, WST patut mempertimbangkan saran dari menteri sebelumnya, terkait agenda-agenda yang masih harus dilakukan oleh Kementerian Kominfo.

Di sela-sela perpisahan dengan awak media di kediamannya di kawasan jalan Widya Chandra, Jakarta (17/10/2019), Rudiantara mengatakan bahwa siapa pun orang yang menjabat sebagai Menkominfo hingga 2024 nanti, ia harus tetap fokus pada pembangunan infrastruktur.

Sebab menurutnya, meski Indonesia sudah memiliki Palapa Ring, anggaran belanja ICT Indonesia masih sangat kurang jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

“Tetap fokus membangun infrastruktur. Saya selalu katakan kita punya Palapa Ring, satelit, tapi selalu kurang karena belanja ICT kita hanya 0,1 persen dari GDP,” kata Rudiantara.

Rudiantara pun membandingkan belanja ICT Indonesia dengan Thailand dan Malaysia yang masing-masing adalah 0,3 persen 0,6 persen dari GDP.

Selain itu, Rudiantara juga berharap Menkominfo berikutnya harus bisa menjaga kondusivitas pembangunan dan pengembangan ekonomi digital.

Pesan lain yang disampaikan adalah soal pembuatan regulasi. Ia berharap pemerintah, khususnya Menkominfo tidak lagi membuat regulasi yang menyulitkan.

“Jangan overregulated. Jangan bikin regulasi yang susah. Susah masyarakat, susah yang minta izin. Buang aja (yang bikin susah),” ujar pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Latest