Wednesday, November 20, 2019
Home News Telco Giliran India Ditekan AS Untuk Tidak Menggunakan 5G Huawei

Giliran India Ditekan AS Untuk Tidak Menggunakan 5G Huawei

-

Jakarta, Selular.ID – AS meningkatkan tekanan pada India untuk tidak mengizinkan penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G negara itu. Tekanan tersebut dilakukan, saat Washington melanjutkan perang dagangnya dengan Beijing.

Seperti dilansir Financial Times, Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross, berada di Delhi pada 10 Oktober 2019. Dalam kesempatan itu, Ross memperingatkan Huawei dapat menggunakan “pintu belakang” untuk memata-matai dan mencuri data pribadi jika dipasang di infrastruktur nasional India.

“Siapa pun yang berpikir kami melakukan ini untuk proteksionisme sama sekali tidak tahu fakta. Kami berharap mitra geopolitik kami, India, tidak secara tidak sengaja menghadapi risiko keamanan yang tidak diinginkan, ”kata Ross.

Sunil Bharti Mittal, ketua Bharti Enterprises yang menggunakan peralatan Huawei dan merupakan penyedia telekomunikasi terbesar di negara itu, membalas komentar Ross.

“Penasihat AS diambil dengan baik dari sudut pandang kami. Tetapi orang-orang India harus memutuskan sendiri, mengingat hubungan mereka dengan China dan konteks yang lebih luas. ”

India adalah pasar telekomunikasi terbesar kedua di dunia dan secara geografis penting bagi AS dengan menyediakan penyeimbang regional terhadap Beijing. Vodafone juga menggunakan peralatan Huawei di wilayah tersebut.

Para pejabat keamanan dunia maya Australia menjelaskan negara itu melarang persneling Huawei dalam pembicaraan tingkat tinggi di Dehli bulan lalu.

Pada Agustus lalu, pemerintah China memberikan tekanan pada India untuk tidak mendengarkan peringatan AS, mengindikasikan hal itu dapat membalas terhadap perusahaan-perusahaan India di China.

Negara Asia Selatan memiliki sedikit waktu untuk merundingkan keikutsetaan Huawei karena akan mengadakan lelang spektrum pada akhir tahun atau awal 2020.

Washington telah menekan sekutu untuk tidak menggunakan peralatan Huawei dan menuduh perusahaan itu atas pencurian intelektual, penipuan, dan praktik perdagangan tidak adil.

AS dan China berada di tengah-tengah perang dagang besar-besaran di mana keduanya telah mengenakan tarif miliaran dolar terhadap barang satu sama lain. Alhasil, bisnis dan ekonomi global telah terpengaruh secara negatif oleh perang dagang yang belum berujung itu hingga kini.

Terlepas dari memanasnya hubungan AS dan China, India sendiri berambisi menjadi kekuatan ekonomi digital. Demi mengejar ambisi itu, pemerintah bertekad untuk meluncurkan layanan 5G pada 2022.

Jika rencana peluncuran 5G dapat terlaksana pada 2022, India dapat mengejar ketertinggalan dengan China, Jepang dan Korsel. Ekonomi India juga dapat terdongkrak, mengingat 5G akan memberi dampak yang sangat besar.

Menurut Menteri Telekomunikasi India Manoj Sinha, 5G akan menghasilkan lebih dari USD1 triliun pada ekonomi India.

“5G akan menjadi game changer. Dampak ekonomi 5G akan menjadi lebih dari USD1 triliun untuk India, dan efek pengali yang diharapkan diharapkan akan jauh lebih banyak”, ujar Sinha.

Otoritas Regulator Telekomunikasi India (TRAI) beberapa waktu lalu telah menguraikan proposal untuk merilis frekuensi 5G pada pita 3.6GHz. Namun harga lelang diperkirakan akan tetap tinggi menurut standar internasional. Sejauh ini tanggal untuk penetapan lelang juga belum diumumkan secara resmi oleh TRAI.

Latest