Monday, September 23, 2019
Home News Policy Kemenhub Terus Monitor Perluasan Tarif Ojol

Kemenhub Terus Monitor Perluasan Tarif Ojol

-

Jakarta, Selular.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan perluasan tarif baru ojek online (ojol) sesuai zonasi di seluruh Indonesia.

Perluasan tarif baru dimulai sejak 2 September 2019, Grab dan Gojek menerapkan tarif baru. Penentuan tarif tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019.

Setelah Seminggu kenaikan ojol berlaku, Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Kemenhub mengatakan tim Kemenhub tengah menguji skema tarif yang baru di 224 kota wilayah operasional Grab, dan 221 kota wilayah operasional Gojek.

Pengawasan juga akan dilakukan oleh masing-masing Dinas Perhubungan Kabupaten-Kota di seluruh Indonesia.

“Kami sudah kirim formulir semua teman-teman daerah periksa satu per satu,” ujar Yani di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (10/09/19).

Dikatakan Yani, survei juga dilakukan untuk melihat bagaimana responsΒ  dari pengemudi, pengguna dan aplikator atas aturan tarif baru tersebut.

Menurut Yani, survei yang dilakukan Kemenhub butuh waktu sekitar satu bulan untuk memastikan regulasi bisa dipastikan telah dijalankan. Seminggu pertama, pihaknya belum menemukan ada keluhan dari masyarakat.

“Kami pesan ojek online di daerah itu, nah kepatuhan itu akan kelihatan, berapa sih tarifnya. Tiga minggu lagi informasinya, sementara belum ada laporan dan belum ada keluhan juga, tapi terus kami awasi,”tutur Yani.

Ia meyakini layanan ojol akan berkomitmen menjalankan regulasi pemerintah. Kedua aplikator pun terus menyampaikan progres implemetasi tarif baru tersebut.

Seperti diketahui, untuk delapan kota dan Jabodetabek tarif ojek online sudah diumumkan sejak 1 Mei 2019. Kemudian diperluas ke kota-kota lain.

Berdasarkan operator, Gojek Indonesia telah menerapkan tarif baru di 123 kota- kabupaten dari total 221 kota – kabupaten yang memiliki layanan ojol. Artinya, tinggal 98 kota kabupaten yang belum menggunakan tarif baru.

Sementara Grab Indonesia sudah menerapkan kebijakan tarif baru di 123 kota/kabupaten dari total penyediaan layanan di 224 kota – kabupaten. Artinya, tinggal 101 kota – kabupaten yang belum menerapkan tarif baru.

Adapun ketentuan tarif untuk masing-masing zona adalah, Untuk zonasi I yang mencakup wilayah Sumatera, Bali, Jawa (kecuali Jabodetabek), ditetapkan jasa batas bawah dan batas atas yakni Rp1.850-Rp2.300 per km. Adapun biayanya adalah Rp7.000-Rp 10.000.

Baca Juga :Penentuan Tarif Ojol Oleh Kemenhub Akibatkan Distorsi Persaingan

Untuk zonasi II, yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), jasa batas atas dan bawah adalah Rp2.000-Rp 2.500 per km. Adapun biaya minimalnya adalah Rp8.000-Rp10.000.

Untuk zonasi III yang mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku dan wilayah lainnya, jasa batas atas dan bawah adalah Rp2.100-Rp 2.600 per km. Dengan biaya minimal yang dikenakan adalah Rp7.000-Rp10.000.

Agar aturan ini dipatuhi dan sesuai dengan ketentuan, pihak Kementerian Perhubungan dipastikan akan terus melakukan pengawasan.

Latest