Friday, October 18, 2019
Home News Social Media Hindari Penipuan, Youtube Ganti Algoritma Penghitungan View Video

Hindari Penipuan, Youtube Ganti Algoritma Penghitungan View Video

-

Jakarta, Selular.ID – Diketahui sistem penghitungan video di Youtube beberapa bulan terakhir menghadapi sejumlah kontroversi. Pasalnya, Youtube menemukan sejumlah artis dan label melakukan kecurangan untuk meningkatkan jumlah orang yang telah menonton video mereka.

Bahwa artis dan label rekaman menggunakan view palsu untuk menggelembungkan jumlah penonton sebuah video.

Artinya, banyak perusahaan rekaman dan artis membeli iklan yang menampilkan sebuah video di kanal Youtube. Dengan cara ini maka sebuah video akan masuk dalam tangga lagu Youtube selama 24 jam pertama diterbitkan.

Untuk menimalisir hal itu, Youtube dikabarkan melakukan perubahan terhadap sistem penghitungan video yang ditonton.

Seperti dilaporkan BGR, awalnya Youtube mengitung berdsarkan dari tampilan iklan. Kini, untuk penghitungan video, berdasarkan peringkat untuk video musik yang paling banyak ditonton, Youtube akan melakukan perhitungan organik.

Cara ini dianggap curang karena pengunjung Youtube tidak benar-benar memutar video musik tersebut tetapi iklan yang terpanjang dikanal Youtube seseorang dimasukkan dalam perhitungan view.

Sebagaimana diketahui, menjalankan video musik sebagai patokan iklan di depan video Youtube telah menjadi praktik umum dalam industri musik, karena penghitungan dilakukan jika video telah ditonton dalam waktu yang cukup lama.

Perubahan baru ini, artinya video yang memenuhi syarat untuk debut rekaman harus berasal dari sumber organik, termasuk tautan langsung ke video, hasil pencarian, situs eksternal, yang menyematkan fitur video dan Youtube seperti beranda, tonton berikutnya, dan trending.

Diketahui pada Juli, rapper India Badshah memecahkan rekor video yang paling banyak ditonton selama 24 jam terakhir sebanyak 75 juta view. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh video BTS sebanyak 74,6 juta view.

Baca Juga :Youtube Kids Langgar Privasi, Google Bayar Denda Rp2,8 Triliun

Bloomberg kemudian melaporkan bahwa Badshah dan timnya membeli iklan yang menyematkan atau mempromosikan video. Hal ini menyebabkan jumlah tayangan meningkat secara dramatis. Youtube memutuskan untuk tidak mengakui rekor video Badshah.

“Iklan video adalah cara yang efektif untuk menjangkau audiens tertentu dalam debut sebuah lagu, tetapi tampilan iklan berbayar di YouTube tidak akan lagi dipertimbangkan ketika melihat rekor debut 24 jam,” terang YouTube.

Perusahaan memandang hal tersebut sebagai representasi budaya yang instan. Youtube pun ingin memastikan angka-angka view video tersebut bersifat akurat.

Latest