Friday, October 18, 2019
Home News Telco Axiata Cari Mitra Baru, Setelah Merger Dengan Telenor Runtuh

Axiata Cari Mitra Baru, Setelah Merger Dengan Telenor Runtuh

-

Jakarta, Selular.ID – Presiden dan CEO Axiata Group Jamaludin Ibrahim mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan dapat menggabungkan operasi dengan pesaing di beberapa pasar, hampir dua minggu setelah runtuhnya kesepakatan mega-merger yang diusulkan dengan Telenor di Asia.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Ibrahim mengidentifikasi operasinya di Indonesia dan Malaysia sebagai unit yang bisa menjadi subjek kesepakatan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Dia tidak mengidentifikasi mitra potensial, namun minggu lalu Reuters melaporkan CK Hutchison dan Axiata telah mengadakan pembicaraan informal tentang menggabungkan bisnis mereka di Indonesia.

Ibrahim mencatat konsolidasi di pasarnya adalah kunci untuk prospek jangka menengahnya.

Komentar yang disampaikan oleh Ibrahim, muncul kurang dari dua minggu setelah Telenor dan Axiata meninggalkan pembicaraan tentang menggabungkan bisnis mereka di Asia. Kedua operator terkendala dengan beragam kompleksitas yang terkait dengan transaksi, setelah pertama kali diumumkan pada Mei lalu.

Analis telah mempertanyakan apakah ikatan yang diusulkan akan mendapatkan persetujuan peraturan, menyoroti Malaysia sebagai batu sandungan utama.

Axiata saat ini sedang dalam proses memfokuskan kembali bisnisnya dan memangkas biaya. Dalam pernyataan resmi, menyangkut performa keuangan perusahaan, Ibrahim menyatakan bahwa, pihaknya akan terus “merasionalisasi aset-aset non-inti” dan “mengubah arah menuju profitabilitas dan uang tunai”.

Gagalnya mega merger antara Telenor dan Axiata, sesungguhnya sudah diprediksi. Pernyataan Perdana Menteri Malaysia Mohamad yang menginginkan kepastian bahwa mega-merger antara Axiata dan Telenor tidak akan menyebabkan hilangnya pekerjaan di negara itu, menjadi salah satu sinyal bahwa kesepakatan yang diteken ke dua operator itu, bakal menuju jalan terjal.

Memang dalam kesepakatan awal, posisi Axiata berada di bawah Telenor. Grup operator yang berbasis di Norwegia akan memegang saham mayoritas. Telenor diproyeksikan memiliki 56,5% saham dan Axiata 43,5% dalam usulan β€œmerger setara.”

Latest