Monday, September 23, 2019
Home News Feature Siapa Pemenang Dalam Perlombaan Smartphone 5G?

Siapa Pemenang Dalam Perlombaan Smartphone 5G?

-

Jakarta, Selular.ID – Penjualan global smartphone 5G diperkirakan mencapai 160 juta unit pada 2020. Angka itu dapat tercapai jika komersialisasi 5G dapat lepas landas di China seperti yang diharapkan. Demikian kajian Strategy Analytics yang diumumkan baru-baru ini.

Lembaga riset konsumer terkemuka itu, juga meyakini bahwa vendor nomor dua dunia, Huawei akan muncul sebagai pemenang utama dalam perlombaan 5G.

Dalam sebuah pernyataan, firma analis mengatakan bahwa Huawei berada pada posisi terbaik untuk menangkap lebih banyak penjualan ponsel pintar 5G China.

Huawei dapat memanfaatkan keberhasilan itu untuk mendorong posisi yang lebih baik di pasar smartphone global yang belakangan menurun gara-gara sanksi dari AS.

Menurut Ville Petteri-Ukonaho, Associate Director Strategy Analytics, tak diragukan lagi bahwa China akan memegang kunci volume penjualan perangkat 5G pada 2020 mendatang.

โ€œPerusahaan yang dapat meraih pangsa pasar perangkat 5G terbanyak, tentunya akan memiliki pengaruh besar untuk menggerakkan kurva belajar (learning curve), baik dari sisi produksi maupun penyebaran perangkat 5Gโ€, ujar Ville.

Di sisi lain, SVP Strategy Analytics, David Kerr mencatat bahwa vendor Korea Selatan Samsung saat ini adalah perusahaan perangkat 5G terkemuka. Sayangnya, Samsung saat ini hanya memiliki 1% pangsa pasar di China.

Karena China diperkirakan akan menjadi pasar smartphone 5G terbesar, dengan penjualan ponsel berpotensi mencapai 80 juta pada 2020, maka jalur ini menjadi jelas bagi Huawei untuk mengambil keuntungan.

“Huawei baru-baru ini mempercepat dan mengintensifkan upayanya di pasar dalam negeri untuk menghadapi ketidakpastian internasional,” kata David Kerr.

David menambahkan, pada Q2 2019, Huawei telah memperluas pangsa pasar ponsel pintar di pasar domestik menjadi hampir 40%, jauh melampaui semua pesaing lainnya.

“Jika China memenuhi target agresifnya, Huawei dapat memotong kepemimpinan Samsung 5G secara mendalam, memposisikannya untuk pemulihan dan pertumbuhan di Eropa Barat dan pasar global lainnyaโ€, pungkas David Kerr.

Seperti halnya Strategy Analytics, lembaga riset Canalys juga sudah menerbitkan perkiraan mengenai pasar smartphone 5G. Diproyeksikan smartphone yang mendukung 5G akan mengungguli jumlah smartphone 4G pada 2023 mendatang.

Perusahaan memprediksi pada 2023 akan ada 800 juta unit ponsel 5G. Pangsanya sebesar 51,4% dari total pengapalan smartphone dan akan melampaui persentase pengapalan 4G pada tahun tersebut.

Canalys memprediksi, secara keseluruhan, total pengapalan smartphone 5G antara 2019 hingga 2023 akan mencapai 1,9 miliar unit.

China diproyeksikan akan menjadi pasar ponsel 5G terbesar dengan porsi pengapalan mencapai 34 persen, disusul oleh wilayah Amerika Utara sebesar 18,8 persen, dan Asia Pasifik 17,4 persen.

Canalys menyebutkan percepatan adopsi ponsel 5G tidak terlepas dari inisiatif pemerintah China dalam mengakselerasi pengembangan jaringan 5G di negaranya.

Dalam kajiannya, Canalys mengungakapkan bahwa operator telekomunikasi khususnya China Mobile, terus berupaya memperluas cakupan layanan 5G ke berbagai kota-kota utama.

China Mobile berupaya membangun sekitar 600.000 hingga 800.000 BTS 5G pada 2020. Naik signifikan dari jumlah 130.000 BTS pada akhir 2019.

Begitupun dengan Huawei. Vendor jaringan itu, menunjukkan peningkatan 5G yang kuat untuk stasiun pangkalan dan komponen smartphone ke rantai pasokannya, kata laporan itu.

Nicole Peng, VP of Mobility Canalys, mengatakan ada sejumlah fenomena dalam diskusi 5G di MWC Shanghai tahun ini, di mana lisensi 5G China diberikan setahun lebih awal dari rencana.

Selain peran pemerintah, menurut Peng, kapabilitas keuangan dari para operator selular dan banyaknya vendor smartphone asal China yang meluncurkan ponsel 5G, membuat penetrasinya semakin agresif.

Diramalkan, pada 2020 mendatang, sebanyak 17,5% smartphone yang dikapalkan ke China akan berteknologi 5G. Canalys memperkirakan angka ini akan melonjak menjadi 62,7 persen pada tahun 2023.

Tahun ini dan tahun depan, diketahui sejumlah smartphone 5G akan hadir di pasar. Seperti Samsung Galaxy S10 5G, LG V50 ThinQ, OnePlus 7 Pro, Oppo Reno 5G, Nokia 9 PureView, Realme 5G, Cooolpad 5G, dan Moto Z4 Motorola yang dihubungkan dengan mod Moto 5G.

Sejumlah vendor besar bahkan telah mematok waktu peluncuran, yakni pada September mendatang, seperti yang diumumkan oleh Samsung dan Huawei.

Hal itu memaksa Apple untuk mempercepat rencana peluncuran smartphone 5G miliknya. Rakasasa asal Cupertino itu, kemungkinan akan membenamkan teknologi 5G untuk tiga iPhone baru, yang diprediksi meluncur ke pasar pada paruh kedua 2020.

Di China sendiri, Axon 10 Pro 5G menjadi smartphone 5G pertama yang tersedia secara komersial. Dilansir dari berita pemerintah Xinhau, ZTE melakukan peluncuran produknya pada Selasa (6/8) waktu China.

Perangkat yang pertama kali diumumkan pada Februari di MWC 2019 itu dilengkapi dengan layar AMOLED 1080p berukuran 6,47 inci, ditopang chipset Snapdragon 855 dan triple camera.

Saat itu, ZTE melaporkan Axon 10 Pro 5G akan menggunakan salah satu modem X50 5G generasi 1 Qualcomm yang akan terhubung dengan jaringan nirkabel 5G China yang akan datang.

Sayangnya, pelanggan di China baru bisa menikmati layanan 5G pada bulan Oktober nanti, meskipun mereka tetap dapat membeli perangkat tersebut mulai hari ini.

Meski telah melenggang duluan, ZTE harus bisa membuktikan produk besutannya itu, dapat diterima dengan luas oleh konsumen.

Dengan banyaknya pemain, sudah pasti pasar tidak kekurangan ponsel 5G premium. Hal ini menjadi tantangan bagi ZTE, karena Axon terbilang belum menjadi brand yang belum cukup kuat untuk bersaing di segmen atas, yang selama ini dikuasai Apple, Samsung dan Huawei.

Latest