IDC: Top 5 Vendor Smartphone Indonesia Q2-2019

Jakarta, Selular.ID – Penguasa pasar smartphone tanah air kian samar. Laporan terbaru dari IDC Indonesia melengkapi ketidakseragaman hasil survei lembaga riset konsumen di nusantara.

Hari ini (30/8), IDC Indonesia mengungkapkan Top 5 vendor smartphone di Indonesia pada kuartal kedua 2019 adalah: Samsung (26,9%), Oppo (21,5%), Vivo (17%), Xiaomi (16,8%), dan Realme (6,1%).

Sebelumnya, Conterpoint Research pernah melaporkan urutan tersebut adalah: Samsung (27%), Xiaomi (21%), Oppo (17%), Vivo (9%), dan Realme (8%).

Tak lama berselang, Canalys juga mengeluarkan laporan versinya yang mengurutkan: Oppo (26%), Samsung (24%), Xiaomi (19%), Vivo (15%), dan Realme (7%).

Risky Febrian, Market Analyst, IDC Indonesia, pada keterangan tertulis yang diterima Selular.ID (30/8/2019) mengungkapkan pengiriman smartphone mencatatkan rekor baru, dengan jumlah 9,7 juta unit di Q2-2019.

Menurutnya, sebagian penyebabnya dikarenakan oleh antisipasi para vendor smartphone dalam menghadapi rencana pemerintah untuk membatasi impor smartphone ilegal.

“4 dari 5 vendor smartphone teratas di Indonesia berasal dari Tiongkok, vendor lokal tidak lagi berada di Top 5,” ungkap Risky.

Realme menggantikan posisi Advan di peringkat 5. Risky menekankan, tekanan kompetisi yang tinggi di segmen ultra low-end (<$100), terutama dari Xiaomi dan Samsung menyebabkan performa merek lokal terus menurun.

Samsung

Samsung Seri Galaxy A yang baru diperkenalkan berhasil memperkuat posisi mereka di segmen mid-range ($200-$400) dan high-end ($400-$600), dimana Samsung mampu menawarkan perangkat dengan spesifikasi, fitur, dan rentang harga yang lebih kompetitif.

Oppo

Oppo memperoleh pasar yang signifikan di segmen low-end ($100-$200) karena cakupannya yang luas di pasar offline dan didukung oleh peluncuran model baru A1k.

Vivo

Vivo terus menunjukkan pemasaran yang agresif baik offline maupun online, hal ini memungkinkan untuk mendorong permintaan produk-produk kelas menengah ($200-$400), khususnya pada seri V15.

Xiaomi

Xiaomi memperkenalkan model Redmi 7 dan Redmi Note 7. Redmi Go mampu melampaui pengiriman Advan dan Evercoss di kelas ultra low-end (<$100). Namun tingginya permintaan Redmi Note 7 membuat harganya melambung tinggi.

Realme

Realme menerapkan strategi portfolio produk yang agresif dan memperkenalkan C2 dan 3 Pro. Selain spesifikasi dan desain fisiknya yang kompetitif, Realme menerapkan inisiatif pengendalian harga yang ketat. Hal ini memberikan keunggulan dibandingkan pesaingnya dalam kisaran harga yang sama.