Tuesday, September 17, 2019
Home News Security Hacker Bisa Ubah Obrolan WhatsApp

Hacker Bisa Ubah Obrolan WhatsApp

-

Jakarta, Selular.ID – Meskipun sudah dibekali dengan teknologi enkripsi end-to-end, yang mampu menjaga lercakapan pesan, namun nyatanya tidak membuat WhatsApp aman.

Pasalnya, dikabarkan aplikasi pesan singkat milik Facebook ini mampu diretas oleh hacker yang dapat mengubah obrolan.

Dilaporkan Forbes, pakar cybersecurity menemukan kecatatan pada aplikasi WhatsApp. Aplikasi milik Facebook tersebut dikabarkan mampu diretas oleh hacker yang mampu mengubah obrolan.

Hal tersebut telah diungkapkan oleh para peneliti bahwa ada beberapa kelemahan WhatsApp di mana itu akan memungkinkan pesan obrolan diubah.

Kerentanan WhatsApp tersebut diungkapkan pada konferensi keamanan Black Hat baru-baru ini yang diadakan di Las Vegas.

Dengan kerentanan ini seorang hacker dapat mengambil pesan dan mengubah isinya untuk membuatnya tampak seperti pesan yang sama sekali berbeda.

Salah satu kelemahan lain yang ditemukan juga memungkinkan peretas untuk mengubah cara pengirim pesan diidentifikasi, yang memungkinkan peretas untuk menyalahartikan pesan sehingga membuatnya seolah-olah itu berasal dari orang lain.

Hal tersebut juga memungkinkan peretas yang memiliki niat jahat untuk menyebarkan berita palsu dan membuatnya tampak berasal dari sumber yang kredibel. Karena itu, Check Point mengklaim bahwa masalah ini telah diatasi.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Facebook mengatakan, bahwa perusahaan dengan cermat meninjau masalah ini setahun yang lalu dan itu salah untuk menyarankan ada kerentanan dengan keamanan yang diberikan di WhatsApp.

Baca Juga :Agent Smith Intai WhatsApp dan Ancam 25 Juta Ponsel Android

Ancaman keamanan bukan hal baru, baru-baru ini WhatsApp juga diintai Agent Smith, malware ini menggunakan celah pada sistem operasi Android yang bersembunyi.di WhatsApp.

Peneliti keamanan menyebutkan, malware ini beraksi, ketika pengguna mengetuk ikon malware tersebut, ia akan menampilkan versi palsu pada pengguna.

Baca Juga :Fitur Boomerang versi WhatsApp Akan Segera Tersedia

Malware tersebut menyebar via toko aplikasi pihak ketiga seperti 9apps.com, yang merupakan toko milik Alibaba, dan bukannya Google Play Store. Biasanya, serangan seperti ini menargetkan pengguna Android di negara-negara berkembang.

Sebanyak 15 juta pengguna ponsel Android terinfeksi di negara tersebut. Namun, ada juga korban dari negara lain. Misalnya, di Amerika Serikat, ada 300 ribu ponsel Android yang terinfeksi dan di Inggris, terdapat 137 ribu orang. Ini merupakan salah satu serangan terparah yang mentargetkan Android.

Latest