Sunday, December 8, 2019
Home News Feature Samsung Dalam Pusaran Konflik Korea Jepang (Bagian 2)

Samsung Dalam Pusaran Konflik Korea Jepang (Bagian 2)

-

Jakarta, Selular.ID – Konflik antara Jepang dan Korea membuat Samsung bergerak cepat. Penguasa industri ponsel dunia itu, diketahui tengah menguji gas hidrogen fluorida dari perusahaan di luar Jepang.

Kebijakan itu ditempuh Samsung karena pengetatan ekspor Tokyo dapat berdampak pada pemotongan bahan pembuat chip yang penting bagi produsen di Korea Selatan.

Menurut laporan Nikkei Asian Review (17/7), Samsung telah mengirim pejabat senior ke Taiwan dan China daratan untuk mencari pemasok alternatif sejak Jepang mengumumkan pembatasan pada 1 Juli 2019.

Diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga bulan bagi Samsung untuk menentukan apakah tingkat kualitas saat ini dapat dipertahankan dengan gas dari sumber lain.

Namun langkah itu bisa mengarah pada upaya yang lebih luas oleh industri chip Korea Selatan, demi mengurangi ketergantungan mereka pada bahan-bahan vital yang selama ini dipasok oleh Jepang.

Hidrogen fluorida digunakan untuk menghilangkan bahan berlebih dari sekitar pola rangkaian pada wafer silikon. Produksi semikonduktor mutakhir membutuhkan gas yang 99,999% murni.

Hingga saat ini perusahaan Jepang memimpin dunia dalam mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemurnian tersebut. Jepang mengendalikan 80% hingga 90% dari pasar global.

Menurut Jun Hong Park, analis S&P Global Ratings, hambatan teknologi untuk material IT tingkat lanjut sangat tinggi.

“Akibatnya, akan sulit bagi pemain Korea untuk mengejar ketinggalan dalam waktu dekat, bahkan dengan dukungan tambahan dari pemerintah”, ujar Jun Hong Park.

Di sisi lain, Shawn Park, analis S&P yang meliput partner Samsung, SK Hynix, mengatakan bahwa kualitas bahan penting, karena tingkat hasil produksi semikonduktor lebih tinggi ketika menggunakan bahan berkualitas tinggi dari perusahaan Jepang.

“Masalahnya adalah berapa banyak persediaan yang dimiliki pembuat chip Korea Selatan dan apakah kita benar-benar berharap [impor] dihentikan 100%,” katanya.

Sekalipun uji coba Samsung memberikan hasil yang baik, masih perlu menegosiasikan harga dan jumlah dengan pemasok. Apalagi perusahaan yang menawarkan sekitar 40% pangsa pasar global untuk dua jenis chip memori utama, dikenal karena dengan penawaran yang sulit.

Menurut sumber yang akrab dengan industri chip Korea Selatan, saat ini Samsung membeli hidrogen fluorida dengan kemurnian tinggi dari tiga produsen Jepang. Masing-masing Stella Chemifa, Morita Chemical Industries dan Showa Denko.

Sebelum pecahnya konflik Jepang Korea yang dipicu oleh pertikaian di masa perang dunia ke II, pembuat chip Korsel tidak pernah secara serius mempertimbangkan untuk beralih ke pemasok gas lainnya.

Tampak jelas bahwa Samsung dan vendor Korea Selatan lainnya, menghargai fokus pemain Jepang pada kualitas dan pengiriman yang cepat. Mereka bahkan tidak melihat sedikit alasan untuk percaya bahwa pasokannya akan terganggu.

Tapi pembatasan ekspor memaksa Samsung untuk mencari pasokan dari tempat lain. SK Hynix juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk beralih ke pemasok gas di luar Jepang.

Samsung tampaknya sedang meninjau rantai pasokan dengan cara yang hampir sama dengan yang dilakukan perusahaan Jepang setelah tsunami Maret 2011 dan gempa bumi mengganggu produksi.

Chaebol Korea itu tampaknya memilih untuk melakukan diversifikasi jauh dari pemasok Jepang untuk menyebarkan risiko yang mungkin terjadi.

Apakah rencana ini akan berhasil? Kita tunggu saja.

Latest